animasi  bergerak gif
My Widget

Entri Populer

Minggu, 24 November 2013

Etika Utilitarianisme

Etika Utilitarianisme PT ANTAM (Persero) Tbk
Utilitarianisme adalah suatu teori dari segi etika normatif yang menyatakan bahwa suatu tindakan yang patut adalah yang memaksimalkan penggunaan (utility), biasanya didefinisikan sebagai memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan. "Utilitarianisme" berasal dari kata Latin utilis, yang berarti berguna, bermanfaat, berfaedah, atau menguntungkan. Istilah ini juga sering disebut sebagai teori kebahagiaan terbesar (the greatest happiness theory). Utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Sebaliknya, yang jahat atau buruk adalah yang tak bermanfaat, tak berfaedah, dan merugikan. Karena itu, baik buruknya perilaku dan perbuatan ditetapkan dari segi berguna, berfaedah, dan menguntungkan atau tidak. Dari prinsip ini, tersusunlah teori tujuan perbuatan.
Ada dua hal yang sangat positif dari etika utilitanisme ini:
1. Rasionalitasnya, suatu tindakan dipilih dan pada gilirannya dinilai baik, karena tindakan itu akan mendatangkan akibat baik yang lebih banyak daripada tindakan linnya.
2. Universalitasnya, akibat atau nilai lebih yang hendak dicapai diukur berdasarkan banyaknya orang yang memperoleh manfaat dan nilai lebih itu. Etika utilitarianisme mengutamakan tindakan atau kebijaksanaan yang mengutamakan kepentingan banyak orang di atas kepentingan segelintir orang.
Etika utilitanianisme cenderung bersifat pragmatic dalam arti yang negatif dalam mengambil keputusan mengenai tindakan atau kebijaksanaan tertentu dengan menggunakan etika utilitanianisme, orang cenderung terlalu menekankan kegunaan praktis. Menurut paham Utilitarianisme bisnis adalah etis, apabila kegiatan yang dilakukannya dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya pada konsumen dan masyarakat. jadi kebijaksanaan atau tindakan bisnis yang baik adalah kebijakan yang menghasilkan berbagai hal yang baik, bukan sebaliknya malah memberikan kerugian.
Kelemahan Etika Utilitarianisme
1. Manfaat merupakan konsep yang begitu luas sehingga dalam kenyataan praktis akan menimbulkan kesulitan yang tidak sedikit.
2. Etika utilitarianisme tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan sejauh berkaitan dengan akibatnya.
3. Etika utilitarianisme tidak pernah menganggap serius kemauan baik seseorang.
4. Variabel yang dinilai tidak semuanya dapat dikualifikasi.
5. Seandainya ketiga kriteria dari etika utilitarianisme saling bertentangan, maka akan ada kesulitan dalam menentukan prioritas diantara ketiganya.
6. Etika utilitarianisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingan mayoritas.

"Good Corporate Governance (GCG)"
Pengertian dan prinsip GCG?
Good Corporate Governance (GCG), merupakan sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan untuk menciptakan nilai tambah bagi semua stakeholders yang menekankan pentingnya hak pemegang saham untuk memperoleh informasi dengan benar, akurat, dan tepat waktu serta kewajiban perusahaan untuk mengungkapkan (discloure) secara akurat, tepat waktu, dan transparan mengenai semua informasi kinerja perusahaan, kepemilikan dan stakeholders.
Berikut prinsip dalam GCG sebagai berikut:
a. Transparansi
Keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan.
b. Kemandirian
Keadaan dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh / tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
c. Akuntabilitas
Kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggung-jawaban Organ sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif.
d. Pertanggungjawaban
Kesesuaian didalam pengelolaan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yangberlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
e. Kewajaran
Keadilan dan kesetaraan didalam memenuhi hak-hak stakeholders yang timbul berdasarkanperjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

PT ANTAM (Persero) Tbk STANDAR ETIKA PERUSAHAAN Code of Conduct
Sebagai Insan ANTAM meyakini bahwa implementasi Tata Kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) merupakan pondasi bagi terbentuknya sistem, struktur dan budaya Perusahaan yang akan menjadi kekuatan Perusahaan dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan (sustainable), memiliki keunggulan daya saing, dan dapat meningkatkan nilai tambah Perusahaan.
Seiring dengan kesinambungan atas komitmen kami, maka pada hari ini kami kembali berkomitmen, untuk memastikan penerapan tata kelola perusahaan yang baik, menuju Good Corporate Citizen dengan mengacu pada praktik terbaik (best practice) yang memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, berkesinambungan dan konsisten melalui penerapan nilai-nilai ANTAM yakni Professionalism, Integrity, GlObal mentality, HarmoNy, ExcEllence, Reputation atau PIONEER yang menjiwai isi Standar Etika Perusahaan (Code of Conduct) dan Kebijakan Tata Kelola Perusahaan (Corporate Governance Policy).

10
STANDAR ETIKA PERUSAHAAN
1. PENDAHULUAN
1.1 Dasar Pemikiran
Pentingnya implementasi Good Corporate Governance (GCG) menjadi kebutuhan sekaligus tuntutan yang tidak dapat dihindari dalam perkembangan bisnis global dan peningkatan citra Perusahaan. GCG merupakan sistem sekaligus struktur dalam rangka memberi keyakinan kepada segenap pihak yang berkepentingan (Stakeholders) bahwa Perusahaan dikelola dan diawasi untuk melindungi kepentingan Stakeholders yang sejalan dengan peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip GCG yang berlaku umum maupun yang akan terus dikembangkan sesuai asas universal. Pada dasarnya keberhasilan implementasi GCG sangat ditentukan oleh komitmen dari seluruh jajaran Perusahaan, kesiapan dan kelengkapan organ pendukung Perusahaan (infrastructure GCG) dan juga kebijakan GCG lainnya (softstructure GCG) dengan tetap memperhatikan kesesuaian, karakteristik bisnis dan kebutuhan Perusahaan. PT ANTAM (Persero) Tbk yang selanjutnya disebut ANTAM menyadari arti pentingnya implementasi GCG sebagai salah satu alat untuk meningkatkan nilai dan pertumbuhan bisnis jangka panjang secara berkesinambungan tidak hanya bagi Shareholders (Pemegang Saham) namun juga segenap Stakeholders (Pemangku Kepentingan) lainnya. Untuk itulah ANTAM berkomitmen untuk mengimplementasikan GCG secara konsisten yang salah satunya dilakukan melalui penyusunan Standar Etika Perusahaan (Code of Conduct).
Standar Etika Perusahaan adalah sekumpulan komitmen yang terdiri dari etika bisnis ANTAM dan etika kerja Karyawan ANTAM yang disusun untuk mempengaruhi, membentuk, mengatur dan melakukan kesesuaian tingkah laku sehingga tercapai keluaran yang konsisten yang sesuai dengan nilai-nilai dan budaya ANTAM dalam mencapai visi dan misi-nya. Standar Etika Perusahaan berlaku untuk seluruh individu yang bertindak atas nama ANTAM, Perusahaan Anak dan Afiliasi di bawah Pengendalian, Shareholders serta seluruh Stakeholders lainnya atau Mitra Kerja yang melakukan transaksi bisnis dengan ANTAM. ANTAM senantiasa mendorong kepatuhan terhadap standar etika dan berkomitmen untuk mengimplementasikannya, serta mewajibkan seluruh pimpinan dari setiap tingkatan dalam Perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pedoman perilaku dipatuhi dan dijalankan dengan baik pada jajaran masing-masing. Sebagai bentuk komitmen tersebut, Standar Etika Perusahaan wajib ditandatangani setiap tahunannya oleh seluruh Insan ANTAM baik anggota Dewan Komisaris, Direksi, Anggota Komite maupun setiap individu baik karyawan ANTAM, personil Anak Perusahaan dan Afiliasi dibawah pengendalian serta personil lainnya yang bertindak atas nama ANTAM. Penandatangan tersebut dilakukan secara hard copy di bagian halaman Pernyataan Komitmen pada Buku Standar Etika Perusahaan.
Guna mendorong implementasi Standar Etika Perusahaan dapat berjalan baik perlu dilaksanakan program internalisasi dan sosialisasi di seluruh wilayah operasi Perusahaan. Sosialisasi dan Internalisasi dilakukan secara rutin setiap tahunnya kepada karyawan ANTAM baik di level struktural maupun level pelaksana. Standar Etika Perusahaan senantiasa disesuaikan dengan perkembangan hukum, sosial, norma, peraturan dan perjalanan bisnis ANTAM. Diharapkan kepada semua pihak untuk memberikan masukan terhadap pengembangan Standar Etika Perusahaan agar sejalan dan bersinergi dengan nilai-nilai yang telah ada di ANTAM. Keberhasilan implementasi Standar Etika Perusahaan sangat didukung oleh semangat, komunikasi dan komitmen bersama untuk melaksanakannya dalam aktivitas operasional sehari-hari.
Visi Perusahaan
Menjadi korporasi global berbasis pertambangan dengan pertumbuhan sehat dan standar kelas dunia.
Misi Perusahaan
1. Membangun dan menerapkan praktik-praktik terbaik kelas dunia untuk menjadikan ANTAM sebagai pemain global.
2. Menciptakan keunggulan operasional berbasis biaya rendah dan teknologi tepat guna dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan hidup.
3. Mengolah cadangan yang ada dan yang baru untuk meningkatkan keunggulan kompetitif.
4. Mendorong pertumbuhan yang sehat dengan mengembangkan bisnis berbasis pertambangan, diversifikasi dan integrasi selektif untuk memaksimalkan nilai Pemegang Saham.
5. Meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan pegawai serta mengembangkan budaya organisasi berkinerja tinggi.
6. Berpartisipasi meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama di sekitar wilayah operasi, khususnya pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.

Nilai-nilai PIONEER dimaknai dengan 20 (dua puluh) perilaku dibawah ini :
1. Professionalism
a. memiliki komitmen tinggi dalam bekerja dan mensinergikan praktik-praktik terbaik dengan wawasan bisnis (business acumen) dan budaya Perusahaan untuk memberikan kontribusi yang maksimal.
b. berusaha keras untuk mencapai standar yang lebih tinggi dan terbuka terhadap ide-ide baru.
c. berani mengambil keputusan dan tindakan dengan mempertimbangkan risiko dan manfaatnya bagi Perusahaan.
d. mengembangkan diri secara optimal dan berkesinambungan untuk peningkatan kinerja/unjuk kerja dan pengembangan karir.
2. Integrity
a. mentaati Standar Etika, GCG, dan peraturan perundang-undangan.
b. mengutamakan kejujuran dan kepentingan Perusahaan.
c. bekerja dengan transparan, bertanggung jawab, dan adil.
3. GlObal mentality
a. membangun mental global (cara berpikir, kompetensi, rasa percaya diri dan cara bertindak) sesuai dengan business acumen kelas dunia.
b. mengikuti perkembangan bisnis secara luas pada tingkat global untuk melakukan transformasi guna meningkatkan kinerja Perusahaan.
c. mengembangkan kemampuan untuk beradaptasi terhadap perbedaan dan perubahan budaya (baik lokal maupun internasional).
4. HarmoNy
a. menghargai hak asasi manusia, perbedaan pendapat, nilai-nilai, norma-norma, dan prinsip-prinsip yang dianut oleh orang lain.
b. membangun kerja sama dan hubungan sinergis dengan semua pemegang kepentingan baik pihak internal maupun eksternal berdasarkan prinsip menang- menang dan keadilan.
c. peduli terhadap semua pemegang kepentingan, terutama pegawai, mitra strategis, dan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
5. ExcEllence
a. menanamkan komitmen tinggi, mental pemenang, keyakinan kuat dan sikap positif untuk melakukan yang terbaik guna mencapai kinerja terbaik.
b. membangun standar terbaik dan cara yang paling efektif dan efisien untuk mencapai kinerja organisasi/unjuk kerja pegawai terbaik.
c. menegakkan disiplin untuk menyusun dan mengimplementasikan rencana kerja secara efektif dan konsisten.
d. melakukan perbaikan terus-menerus terhadap sistem dan prosedur keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dengan menerapkan praktik-praktik kelas dunia dan prinsip-prinsip operational excellence.
6. Reputation
a. menanamkan kebanggaan sebagai Insan ANTAM yang memiliki reputasi individu yang baik untuk peningkatan citra Perusahaan.
b. membangun, meningkatkan, dan memelihara citra Perusahaan yang positif di tingkat nasional dan global.
c. meningkatkan posisi Perusahaan di dalam percaturan bisnis nasional dan global.
20 Perilaku yang telah ditetapkan sebagai implementasi dari PIONEER kemudian diwujudkan menjadi ANTAM Guiding Principle untuk memudahkan Insan ANTAM mempraktikkannya dalam interaksi sehari-hari di setiap kesempatan seperti dalam rapat, safety talk, melakukan komunikasi, koordinasi dan kerjasama tim, briefing, coaching, menghadapi klien atau tamu dan lain sebagainya. ANTAM Guiding Principle dibuat dengan kata kerja sebagaimana berikut untuk memudahkan “action” bagi Insan ANTAM.
Pribadi :
• berpikir positif dan bertindak selaras dengan kepentingan Perusahaan,
• penuh antusiasme untuk meningkatkan diri dan tidak cepat merasa puas,
• membawa solusi dengan pertimbangan matang,
• bertindak tuntas dari hulu ke hilir.
Teamwork :
• curahkan pikiran dan tenaga dengan penuh tanggung jawab untuk kepentingan
Perusahaan,
• tingkatkan koordinasi dan komunikasi secara rutin,
• tingkatkan coaching dan pemberdayaan (empowerment),
• puaskan kebutuhan pelanggan internal dan eksternal.
Untuk pribadi : ANTAM Guiding Principle digunakan sebagai panduan dan checklist pribadi dalam melaksanakan pekerjaan. Intinya selalu positif, antusias, membawa solusi dan bertindak tuntas. Untuk Teamwork : ANTAM Guiding Principle digunakan sebagai panduan dan checklist pada waktu melakukan kerjasama dalam tim. Intinya untuk kepentingan tim, harus selalu mencurahkan tenaga dan pikiran agar tujuan tercapai, serta selalu meningkatkan komunikasi dan koordinasi.
Atribut Kepemimpinan SENSE dimaknai dengan :
1. Speed
Kemampuan untuk mengambil keputusan, bertindak dan menyelesaikan tugas/ pekerjaan dengan cepat, akurat, efisien, efektif, antisipatif, dan holistik dalam merespon terhadap perubahan lingkungan bisnis, dinamika pasar dan industri.
2. ENergize
Kemampuan untuk memotivasi, mendorong, memberi energi dan inspirasi untuk melakukan yang terbaik bagi kepentingan Perusahaan.
3. ReSpect
Rasa hormat percaya, dan menghargai peraturan dan kebijakan Perusahaan, serta pendapat, pandangan, dan kepentingan orang lain walaupun berbeda dengan pendapat, pandangan, dan kepentingan pribadi.
4. CouragE
Keberanian mengambil risiko dalam pengambilan keputusan dan tindakan dengan penuh perhitungan, kebijaksanaan dan tanggung jawab untuk mengoptimalkan potensi Perusahaan secara penuh.

Komitmen Perusahaan
1. Dalam menjalankan usahanya, ANTAM berkomitmen untuk mencapai level tertinggi dari pelaksanaan nilai-nilai serta etika bisnis.
2. Untuk mencapai hal tersebut maka :
a. seluruh Insan ANTAM harus menjunjung tinggi dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai serta standar perilaku yang tercantum dalam Standar Etika
Perusahaan ini;
b. seluruh pimpinan dari setiap tingkatan dalam Perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa Standar Etika Perusahaan ini dipatuhi dan dijalankan dengan baik oleh setiap Insan ANTAM pada jajaran masing-masing;
c. seluruh Mitra Kerja Perusahaan (konsultan, kontraktor dan rekanan kerja) harus memahami dan menaati ketentuan ketentuan yang terkait dari Standar Etika Perusahaan ini; dan
d. seluruh Insan ANTAM termasuk Dewan Komisaris dan Direksi akan melakukan penandatanganan ulang Komitmen Pribadi Standar Etika Perusahaan minimal satu tahun sekali.

Tujuan
1. Sebagai petunjuk praktis dan pedoman perilaku bagi seluruh Insan ANTAM yang harus dipatuhi dalam berinteraksi sehari-hari dengan semua pihak serta harus dijadikan landasan berpikir dalam proses pengambilan keputusan.
2. Sebagai sarana untuk menciptakan dan memelihara lingkungan kerja yang positif yang mendukung perilaku-perilaku etis dari seluruh Insan ANTAM.
3. Sebagai sarana untuk meningkatkan kepekaan Perusahaan dan Insan ANTAM terhadap nilai-nilai etika bisnis dengan mengembangkan diskusi-diskusi atau pengembangan wacana mengenai etika.

Manfaat
Pelaksanaan Standar Etika Perusahaan secara konsisten diharapkan akan dapat memberikan manfaat jangka panjang, bagi :
1. Karyawan;
a. memberikan pedoman kepada Karyawan tentang tingkah laku yang diinginkan dan yang tidak diinginkan oleh ANTAM
b. menciptakan lingkungan kerja yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, etika dan keterbukaan sehingga akan meningkatkan kinerja dan produktivitas
Karyawan secara menyeluruh.

2. Perusahaan;
a. mendorong kegiatan operasional ANTAM agar lebih efisien dan efektif mengingat hubungan dengan pelanggan, masyarakat, pemerintah dan Stakeholders lainnya memiliki standar etika yang harus diperhatikan.
b. meningkatkan nilai ANTAM dengan memberikan kepastian dan perlindungan kepada para Stakeholders dalam berhubungan dengan ANTAM sehingga menghasilkan reputasi yang baik, yang pada akhirnya mewujudkan keberhasilan usaha dalam jangka panjang.
3. Shareholders; menambah keyakinan bahwa ANTAM dikelola secara hati-hati (prudent), efisien, transparan, akuntabel dan fair untuk mencapai tingkat profitabilitas yang diharapkan oleh Shareholders dengan tetap memperhatikan kepentingan ANTAM.
4. Stakeholders Perusahaan;
menciptakan hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan dengan ANTAM. Meningkatnya nilai ANTAM akan memberikan kepastian dan perlindungan kepada para Stakeholders dalam berhubungan dengan ANTAM yang pada akhirnya akan menciptakan kesejahteraan ekonomi-sosial bagi masyarakat dan pihak lain yang terkait.

Prinsip-Prinsip GCG
ANTAM melakukan kegiatan usahanya dengan cara yang dapat dipertanggung jawabkan yang mencerminkan perhatian tidak hanya kepada Shareholders namun juga kepada Stakeholders lainnya.
1. Transparansi (Transparency)
ANTAM menjamin pengungkapan informasi materiil dan relevan mengenai kinerja, kondisi keuangan dan informasi lainnya secara jelas, memadai dan tepat waktu serta mudah diakses oleh Stakeholders sesuai dengan haknya. Prinsip keterbukaan ini tidak mengurangi kewajiban untuk melindungi informasi rahasia mengenai
ANTAM dan Pelanggan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.
2. Akuntabilitas (Accountability)
ANTAM menjamin kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban masing-masing Organ Perusahaan (Rapat Umum Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi) yang memungkinkan pengelolaan ANTAM terlaksana secara efektif.Akuntabilitas merujuk secara efektif. Akuntabilitas merujuk kepada kewajiban seseorang atau organ kerja ANTAM yang berkaitan dengan pelaksanaan wewenang yang dimilikinya dan/atau pelaksanaan tanggung jawab yang dibebankan oleh ANTAM kepadanya.

3. Pertanggungjawaban (Responsibility)
ANTAM menjamin kesesuaian dalam melaksanakan aktivitas bisnisnya berdasarkan prinsip korporasi yang sehat, pemenuhan kewajiban terhadap pemerintah sesuai peraturan yang berlaku, bekerjasama secara aktif untuk manfaat bersama dan berusaha untuk dapat memberikan kontribusi yang nyata kepada masyarakat.

4. Independensi (Independency)
ANTAM menjamin pengelolaan Perusahaan secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
5. Kewajaran (Fairness)
ANTAM menjamin perlakuan yang adil dan setara dalam memenuhi hak-hak Stakeholders berdasarkan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Obyek Standar Etika Perusahaan
Pihak-pihak yang wajib mematuhi dan melaksanakan Standar Etika Perusahaan
adalah :
1. seluruh Insan ANTAM di semua level, termasuk di dalamnya mereka yang bertindak atas nama ANTAM
2. anak Perusahaan dan afiliasi di bawah pengendalian. Afiliasi di bawah pengendalian adalah anak Perusahaan atau badan usaha lain yang dimiliki ANTAM, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan lebih dari 50% hak suara atau ANTAM memiliki kemampuan untuk mengendalikan badan usaha tersebut;
3. investor (Pemegang Saham/Shareholders);
4. mitra Kerja seperti kontraktor, konsultan, rekanan kerja dan lainnya.
1.8 Tanggung Jawab Insan ANTAM
1. Mempelajari secara detil Standar Etika Perusahaan yang terkait dengan pekerjaannya. Setiap Insan ANTAM harus memahami standar etika yang dituangkan dalam Standar Etika Perusahaan ini.
2. Menghubungi atasan langsung, Divisi Corporate Secretary, Divisi Human Resources Management, Divisi Legal & Compliance atau pihak-pihak yang telah ditetapkan oleh Direksi, apabila Insan ANTAM mempunyai pertanyaan mengenai pelaksanaan Standar Etika Perusahaan.
3. Segera membicarakan kepada pihak-pihak yang telah ditetapkan oleh Direksi, setiap dijumpai masalah mengenai kemungkinan pelanggaran terhadap Standar Etika Perusahaan.
4. Memahami prosedur yang dipakai untuk memberitahukan atau melaporkan kemungkinan pelanggaran terhadap Standar Etika Perusahaan.


Tanggung Jawab Para Pimpinan ANTAM
1. Membangun dan menjaga budaya kepatuhan terhadap Standar Etika Perusahaan
melalui :
a. secara pribadi mendorong kepatuhan terhadap Standar Etika Perusahaan;
b. melakukan pengawasan secara teratur mengenai program-program yang bertujuan untuk mendorong kepatuhan Insan ANTAM terhadap Standar Etika Perusahaan; dan
c. memberikan contoh yang baik dalam cara bersikap maupun dalam bertindak sehari-hari.
2. Memastikan bahwa setiap Insan ANTAM mengerti bahwa ketaatan atas Standar Etika Perusahaan sama pentingnya dengan pencapaian unjuk kerja;
3. Mendorong Insan ANTAM untuk bertanya mengenai berbagai masalah integritas dan etika bisnis;
4. Mempertimbangkan masalah kepatuhan terhadap Standar Etika Perusahaan dalam mengevaluasi dan memberikan penghargaan pada Insan ANTAM;
5. Mencegah kemungkinan terjadinya pelanggaran terhadap Standar Etika Perusahaan melalui upaya :
a. memastikan bahwa risiko kemungkinan terjadinya pelanggaran atas Standar Etika Perusahaan yang berhubungan dengan proses bisnis dapat diidentifikasi secara dini dan sistematis;
b. melakukan identifikasi dan melaporkan sesuai prosedur yang ditetapkan terhadap kegiatan anak perusahaan, afiliasi serta mitra kerja yang dapat menimbulkan kemungkinan pelanggaran terhadap Standar Etika Perusahaan; dan
c. memastikan dilaksanakannya pendidikan dan pelatihan tentang Standar Etika Perusahaan bagi seluruh Insan ANTAM, anak perusahaan, afiliasi dan melakukan sosialisasi kepada mitra kerja agar pihak-pihak tersebut mengerti dan memahami Standar Etika Perusahaan secara menyeluruh.

http://www.antikorupsi.org/sites/antikorupsi.org/files/doc/Publikasi/jurnaltanggungjawabkorporasi.PDF
http://www.antam.com/index.php?option=com_content&task=view&id=18&Itemid=226&lang=id
http://swa.co.id/tag/hubungan-antara-etika-usaha-dengan-pancasila?nomobile


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar