Langsung ke konten utama

Dia Yang Masih Kutunggu Kabarnya

Seperti itu. Dia tersenyum, tapi senyuman itu enggak sampai ke matanya, bahkan ditemani banyak laki-laki yang merayunya di chatting message nya, yang dia pilih untuk menemani kesepiannya... Mengapa??? 

Aku enggak pernah tau, dan aku benar-benar enggak ingin menghabiskan waktu untuk mengkhawatirkan dirinya jujur aja. Tapi otakku kini malah terus asik memikirkan pertanyaan itu.

Mengapa dia lebih memilih untuk menghindariku???

Apa karena dia enggak ingin membiarkan aku masuk??? 

Terus kenapa dia enggak ingin aku masuk masuk kedalam kehidupannya??? Aku menyadari aku tidak tampan, aku belum baik, aku sudah tua mungkin, perbedaan umur kita terlalu jauh??? Yaa itu semua benar.. Harusnya ku sadar diri... 


Aku masih berfikir terkadang mungkin karena dia adalah gadis pemalu, dan terkadang karena dia yakin akan keunggulan dirinya sendiri. Dia smart, cantik, harinya baik, polos, penuh kejujuran, dan hatinya begitu tulus dan murni... 


Tapi itu bukan satu-satunya alasan yang aku pahami dari dirinya. Terkadang karena ada terlalu banyak sesuatu yang disembunyikan, dan dia pikul sendiri.. 

Heyyy.. Aku masih menanti kabar dari kamu kii.... 

Nampaknya aku benar-benar jatuh cinta kepada kamu.. 
Namun apa yang aku bisa lakukan jika kamu menghindari ku?? Tak ingin ku sentuh, tak bisa kugapai.. Oke, aku sadar diri.... 

Tugasku menanti, menanti, menanti. 

Menunggu sampai akai benar-benar bosan dan hilang melupakan kamu mungkin. 



From me, to RIAK




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jam Tidur Gue Berantakan Lagi

 Mengapa gue merasa sedih dan tertekan ketika bangun, tetapi umumnya gue ngerasa lebih baik tentang kehidupan gue saat di malam hari...  Banyak dari jawaban yang dijelasin psikiater gue itu udah mencakup beberapa aspek yang mungkin berhasil dalam kasus gue, dan gue tau ini pasti akan menjadi agak lama, tapi gue selalu berusah untuk meluangkan waktu. Namun, perlu diingat bahwa ini mungkin bukan masalah yang kalian pernah rasain. Gue tau kalo kita sebagai manusia, juga sebagai spesies, sebagian besar adalah diurnal, tetapi sebagian dari kita enggak. Seperti diri gue ini. Dan gue mengetahuinya setelah melalui beberapa pengalaman dan konsultasi, terapi beberapa kali, beragam diagnostik, dan lebih banyak tes dan ujian daripada yang udah gue hitung dan lalui. Gue dulu ngerasa sangat seperti apa yang lo gambarkan.  Terus-menerus "lelah" secara fisik / emosional / mental hampir sepanjang hari, enggak peduli jumlah latihan fisik dan penyesuaian pola makan yang gue lakukan, tetapi ...

Support Gerd & Anxiety

 Aku lelah, aku cape..  Tapi masih ada mereka..  Bersama mereka gue percaya, bukan cuma gue yang merasakan perasaan yang enggak menyenangkan ini. Bersama mereka gue bisa tertawa tanpa beban, mereka yang paling mengerti apa yang gue rasakan.  Tahun ke 2 kita bertemu.  Semoga silaturahmi ini terjaga til jannah..  Terimakasih hari yang singkat namun cukup membahagiakan..  Support Gerd & Anxiety~

Sepi Tanpanya

 1. Saya berhasil mengatasi tantangan terutama karena saya ....* a. Mendapat bantuan dari teman b. Berani mencoba hal - hal yang tidak berisiko c. Berani mencoba dengan segala resiko d. Tidak putus asa dalam menghadapi keadaan 2. Kerja sama antarumat beragama dapat diwujudkan dengan … * a. Mempelajari keyakinan pemeluk agama lain. b. Ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain. c. Mengamati cara pemeluk agama lain beribadah. d. Ikut membantu memperbaiki rumah pemeluk agama lain. 3. Dari sekian pegawai di kantor, saya merasa beban tugas terberat ada pada saya ditambah  lagi dengan adanya deadline. Sikap saya... * a. Mengerjakan semua tugas sambil menggerutu dan marah-marah. b. Mengerjakan semua tugas setengah-setengah saja,yang penting sudah dianggap bertanggung  jawab c. Hanya mengerjakan pekerjaan yang saya senangi. d. Mengkonsumsi obat suplemen untuk mendongkrak tenaga saya dalam menyelesaikan semua  tugas. e. Mengerjakan semua tugas dengan senang hati dan berusah...