Langsung ke konten utama

Luka

 Katanya biar enggak kecewa, maka jangan berharap. Tapi katanya juga, manusia itu enggak boleh kehilangan harapan.. 

Jadi mana yang benerr???

Tetap berharap agar terus menjadi manusia atau berhenti berharap supaya enggak kecewa??? 

Terlalu banyak abu-abu di dalam hidup yang belum terjawab kan??? 

Semua cuma berbekal katanya, itu juga hasil belas kasih mereka yang udah mengalaminya

Itung-itung berbagi cerita, siapa tahu bisa dijadikan panduan buat kedepannya. 

Tapi kadang cerita berbekal katanya justru menghadirkan pertanyaan baru loh.. Aaaaa ah gatau lah, gue gak bisa mikir wkwkwk


Gue masih mau menceritakan tentang diri gue meski enggak ada yang mendengar. Gue masih mau mengungkapkan kisah gue meskipun enggak ada yang mempedulikan.


Rasanya gue tuh udah lama banget hidup bersama makhluk ini. Makhluk yang enggak pernah gue temui tapi kehadirannya selalu bisa gue rasakan.


Semenjak dia datang, perlahan gue enggak mengenali diri gue sendiri. Gue malah seolah berubah menjadi orang lain. Orang yang dipenuhi dengan ketakutan, trauma dan enggak memiliki semangat menjalani hidup.


Sesekali gue memang bersemangat, tapi semuanya sirna cuma karena alasan enggak masuk akal. Bahkan seringkali semuanya sirna hilang tanpa ada alasan yang nyata. Gue rasa, gue ini benar-benar bukan gue. 


Gue hilang....!!! 


Gue dulu adalah orang yang memiliki semangat... Sangat semangat, ceria dan bahagia menjalani setiap hari-hari gue. Tapi semuanya belakangan rasanya udah menghilang. Bagi gue yang sekarang, udah enggak ada yang sederhana dan membuat bahagia lagi. 


Gue sekarang harus mati-matian mencari cara buat bahagia. Gue sekarang malah harus mati-matian mencari cara buat tetap tenang dan enggak mengalami ketakutan. Gue yang sekarang, seterpuruk itu. Terpuruk sendiri!!! 


Pernah suatu ketika, gue bener-bener putus asa karena enggak mendapati cara bahagia. Gue putus asa karena enggak bisa mengeluarkan rasa sesak dalam dada. Gue putus asa karena masih terperangkap dalam ketakutan yang sama... 


Sampai saat itu apa yang terlintas dalam pikiran gue yaa cuma gimana caranya pergi. Pengin rasanya gue menghilang tanpa jejak. Menghilang tanpa mempedulikan orang-orang. Menghilang dan merasakan ketenangan.


Gue yang sekarang semenderita ini, setiap hari yang gue lakukan cuma bertahan, bertahan dan kembali bertahan. Gue bangun buat bertahan sampe nanti gue kembali tetidur saat fajar mendatang. 


Gue semenderita ini!!!


Kalo aja rasa ketakutan, trauma, pesimis, kehilangan harapan, lelah dan hilang arah ini berbentuk goresan, niscaya kamu mendapati gue penuh luka... :) 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jam Tidur Gue Berantakan Lagi

 Mengapa gue merasa sedih dan tertekan ketika bangun, tetapi umumnya gue ngerasa lebih baik tentang kehidupan gue saat di malam hari...  Banyak dari jawaban yang dijelasin psikiater gue itu udah mencakup beberapa aspek yang mungkin berhasil dalam kasus gue, dan gue tau ini pasti akan menjadi agak lama, tapi gue selalu berusah untuk meluangkan waktu. Namun, perlu diingat bahwa ini mungkin bukan masalah yang kalian pernah rasain. Gue tau kalo kita sebagai manusia, juga sebagai spesies, sebagian besar adalah diurnal, tetapi sebagian dari kita enggak. Seperti diri gue ini. Dan gue mengetahuinya setelah melalui beberapa pengalaman dan konsultasi, terapi beberapa kali, beragam diagnostik, dan lebih banyak tes dan ujian daripada yang udah gue hitung dan lalui. Gue dulu ngerasa sangat seperti apa yang lo gambarkan.  Terus-menerus "lelah" secara fisik / emosional / mental hampir sepanjang hari, enggak peduli jumlah latihan fisik dan penyesuaian pola makan yang gue lakukan, tetapi ...

Support Gerd & Anxiety

 Aku lelah, aku cape..  Tapi masih ada mereka..  Bersama mereka gue percaya, bukan cuma gue yang merasakan perasaan yang enggak menyenangkan ini. Bersama mereka gue bisa tertawa tanpa beban, mereka yang paling mengerti apa yang gue rasakan.  Tahun ke 2 kita bertemu.  Semoga silaturahmi ini terjaga til jannah..  Terimakasih hari yang singkat namun cukup membahagiakan..  Support Gerd & Anxiety~

Kenapa Rindu???

  Kadang gue suka bertanya sama diri gue sendiri, kenapa sih gue merindukan seseorang yang menyakiti diri gue??? Pernah baca penjelasan psikologis buat masalah ini , dan cukup simpel sih menurut gue. Saat gue berfikir itu semua, jadi malah gue juga bisa mengetahui alasan pasti mengapa sih gue merindukan "Dia" seseorang yang udah menyakiti gue. Saat gue udah paham kenapa demikian, semua itu akan membantu gue untuk sembuh lebih baik. Jadi sebetulnya sih alasan paling mendasar mengapa kita/khususnya gue pribadi merindukan seseorang atau sesuatu adalah karena hal itu membuat diri gue sendiri merasa baik saat mengingatnya. Otak kita kan sebenernya berfungsi dengan cara yang sangat berbeda dan rumit dari yang mungkin kita semua asumsikan. Tugasnya adalah membuat kita bisa tetap merasa aman dan bahagia pada momen khusus ini itu. Cuma itu yang dilakukannya. Sekarang lo mungkin berpikir kan bagaimana hal itu membantu kita dengan mengingatkan kita pada orang yang telah mengacaukan kita...