Langsung ke konten utama

2020

Enggak terasa 2020 akan berakhir, terima kasih 2020 kamu sangat luar biasa. 

Terima kasih untuk kenangan indah dan pahitnya, terima kasih untuk bahagia dan tawanya, terima kasih untuk air mata dan tangisnya, terima kasih untuk cinta dan kasihnya, terima kasih untuk perhatian dan pengertiannya, terima kasih untuk sabar dan ikhlasnya, terima kasih untuk perjuangan dan pengorbanannya, terima kasih untuk suka dukanya, terima kasih untuk segalanya...

Time flies people has changed, kita enggak bisa memaksa sesuatu untuk menetap jika memang melepaskan adalah cara terbaik untuk mencintainya maka lepaskanlah. Ikhlaskan apa yg memang harus di ikhlaskan, lepaskan apa yg harus dilepas, kamu bukan bodoh kok.. Kamu hanya takut untuk kehilangan sesuatu yang "mungkin" kamu cintai. 

Kamu berharga dan kamu layak untuk dicintai dan dihargai.. Kamu layak untuk dapatkan bahagiamu, lepaskan jika memang itu yg terbaik sekalipun sulit dan pahit. 

Buatlah orang sekitarmu bangga dengan dirimu!!! 

Mungkin saat ini kamu kehilangan seseorang, tetapi percayalah kamu akan selalu dicintai 1000 orang. 

Pertahankanlah jika memang ia layak untuk dipertahankan, tetapi lepaskanlah jika memang itu  cara terbaik untung mencintainya..


Jika memang cinta, bukankah level tertinggi mencintai seseorang adalah mengikhlaskan ia bahgia dengan pilihannya? Lalu untuk apa masih mempertahankan untuk bersamanya jika saling menyakiti???? 


Pertanyakan pada hati dan dirimu sendiri.. 


Itu cinta, ataukah nafsu?????? 

Aku menemukan, dan aku kehilangan... Terimakasih:) 

Selamat tinggal 2020 😊






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepi Tanpanya

 1. Saya berhasil mengatasi tantangan terutama karena saya ....* a. Mendapat bantuan dari teman b. Berani mencoba hal - hal yang tidak berisiko c. Berani mencoba dengan segala resiko d. Tidak putus asa dalam menghadapi keadaan 2. Kerja sama antarumat beragama dapat diwujudkan dengan … * a. Mempelajari keyakinan pemeluk agama lain. b. Ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain. c. Mengamati cara pemeluk agama lain beribadah. d. Ikut membantu memperbaiki rumah pemeluk agama lain. 3. Dari sekian pegawai di kantor, saya merasa beban tugas terberat ada pada saya ditambah  lagi dengan adanya deadline. Sikap saya... * a. Mengerjakan semua tugas sambil menggerutu dan marah-marah. b. Mengerjakan semua tugas setengah-setengah saja,yang penting sudah dianggap bertanggung  jawab c. Hanya mengerjakan pekerjaan yang saya senangi. d. Mengkonsumsi obat suplemen untuk mendongkrak tenaga saya dalam menyelesaikan semua  tugas. e. Mengerjakan semua tugas dengan senang hati dan berusah...

Akhirnya Dia Kembali Menyapa

 51. Sebagai rekan kerja, apa yg Anda lakukan?* a. Membantunya setelah menyelesaikan pekerjaan sendiri b. Menawarkan secara langsung bagian mana yang bisa dibantu c. Mengajak teman-teman lain untuk membantu pekerjaannya d. Memberikan semangat kepada dia 52. Orang tua saya sakit keras, akan tetapi di kantor pekerjaan tidak bisa ditinggalkan. Sikap  saya adalah* a. Tidak masuk kerja dan memberikan surat izin b. Bekerja ke kantor seperti biasa dan menghubungi orang tua setiap waktu dari tempat kerja c. Berusaha membereskan pekerjaan dan meminta izin kepada atasan jika memang itu  diperlukan d. Mengurus orang tua dan mengirimkan surat sakit dari dokter e. Datang ke kantor agak siangan dan menjelaskannya kepada atasan bahwa orang tua sakit 53. Berikut ini termasuk berkas yang sangat penting bagi jamaah haji diantaranya adalah,  KECUALI* a. Paspor b. Lembar Setoran  c. Pasphoto d. Lembar Setoran Lunas e. Surat Kabar 54. Ideologi dasar negara Indonesia dan menjadi land...

Jam Tidur Gue Berantakan Lagi

 Mengapa gue merasa sedih dan tertekan ketika bangun, tetapi umumnya gue ngerasa lebih baik tentang kehidupan gue saat di malam hari...  Banyak dari jawaban yang dijelasin psikiater gue itu udah mencakup beberapa aspek yang mungkin berhasil dalam kasus gue, dan gue tau ini pasti akan menjadi agak lama, tapi gue selalu berusah untuk meluangkan waktu. Namun, perlu diingat bahwa ini mungkin bukan masalah yang kalian pernah rasain. Gue tau kalo kita sebagai manusia, juga sebagai spesies, sebagian besar adalah diurnal, tetapi sebagian dari kita enggak. Seperti diri gue ini. Dan gue mengetahuinya setelah melalui beberapa pengalaman dan konsultasi, terapi beberapa kali, beragam diagnostik, dan lebih banyak tes dan ujian daripada yang udah gue hitung dan lalui. Gue dulu ngerasa sangat seperti apa yang lo gambarkan.  Terus-menerus "lelah" secara fisik / emosional / mental hampir sepanjang hari, enggak peduli jumlah latihan fisik dan penyesuaian pola makan yang gue lakukan, tetapi ...