Langsung ke konten utama

Bisikan (Dia Enggak Nyata)

 Entahlah, diri gue yang lain tiba-tiba berbisik. Gustiii, ayo Terima kenyataan. Dengan menerima kenyataan kalo lo sebenernya sama sekali enggak mengenal orang ini, dan orang yang lo pikir kalo lo kenal sebenarnya enggak ada kecuali cuma dikepala lo aja gustiiiii. Misalnya nih, kalo lo jatuh cinta dengan seorang Taylor Swift... Orang yang lo lihat itu cuma wajah publiknya aja. Itu dia. Itu aja yang lo lihat gus.. Lo enggak akan melihat mereka dengan "rambut tergerai" Secara nyata. Lo enggak  akan ngelihat dia tanpa riasan. Lo enggak akan melihatnya saat dia sekedar bersantai dengan dirinya sendiri atau teman-temannya, atau saat dia lagi nonton Netflix film kesukaannya. Atau sekedar melihat saat dia lagi menikmati makanan favoritnya. Lo itu enggak benar-benar mengenal dia sama sekali, selain beberapa hal-hal kecil yang semua orang belum tentu tau tentang dirinya dan betapa terpenjaranya dia dengan dirinya sendiri. Cuma itu aja yg lo tau, ya. Cuma itu. 


Dia bukan orang yang nyata bagi lo gustiii. Dia adalah fantasi. Itu aja bagi lo gus. Sadarrrrrr!!! Terima ajalah kalo lo enggak mengenal orang ini, lo itu enggak akan pernah mengenal orang ini, orang ini pun enggak pernah menganggap lo itu ada. Jadi buat apa????


Lo cuma tau saat lo melihat mata dan senyuman nya, lo ikut bahagia untuknya. Cuma itu, gak lebih. 


Dan sekarang udah waktunya lo bangun gusss, ayo cobalah lanjutkan hidup lo yang udah mati itu dengan menemukan seseorang yang nyata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jam Tidur Gue Berantakan Lagi

 Mengapa gue merasa sedih dan tertekan ketika bangun, tetapi umumnya gue ngerasa lebih baik tentang kehidupan gue saat di malam hari...  Banyak dari jawaban yang dijelasin psikiater gue itu udah mencakup beberapa aspek yang mungkin berhasil dalam kasus gue, dan gue tau ini pasti akan menjadi agak lama, tapi gue selalu berusah untuk meluangkan waktu. Namun, perlu diingat bahwa ini mungkin bukan masalah yang kalian pernah rasain. Gue tau kalo kita sebagai manusia, juga sebagai spesies, sebagian besar adalah diurnal, tetapi sebagian dari kita enggak. Seperti diri gue ini. Dan gue mengetahuinya setelah melalui beberapa pengalaman dan konsultasi, terapi beberapa kali, beragam diagnostik, dan lebih banyak tes dan ujian daripada yang udah gue hitung dan lalui. Gue dulu ngerasa sangat seperti apa yang lo gambarkan.  Terus-menerus "lelah" secara fisik / emosional / mental hampir sepanjang hari, enggak peduli jumlah latihan fisik dan penyesuaian pola makan yang gue lakukan, tetapi ...

Support Gerd & Anxiety

 Aku lelah, aku cape..  Tapi masih ada mereka..  Bersama mereka gue percaya, bukan cuma gue yang merasakan perasaan yang enggak menyenangkan ini. Bersama mereka gue bisa tertawa tanpa beban, mereka yang paling mengerti apa yang gue rasakan.  Tahun ke 2 kita bertemu.  Semoga silaturahmi ini terjaga til jannah..  Terimakasih hari yang singkat namun cukup membahagiakan..  Support Gerd & Anxiety~

Sepi Tanpanya

 1. Saya berhasil mengatasi tantangan terutama karena saya ....* a. Mendapat bantuan dari teman b. Berani mencoba hal - hal yang tidak berisiko c. Berani mencoba dengan segala resiko d. Tidak putus asa dalam menghadapi keadaan 2. Kerja sama antarumat beragama dapat diwujudkan dengan … * a. Mempelajari keyakinan pemeluk agama lain. b. Ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain. c. Mengamati cara pemeluk agama lain beribadah. d. Ikut membantu memperbaiki rumah pemeluk agama lain. 3. Dari sekian pegawai di kantor, saya merasa beban tugas terberat ada pada saya ditambah  lagi dengan adanya deadline. Sikap saya... * a. Mengerjakan semua tugas sambil menggerutu dan marah-marah. b. Mengerjakan semua tugas setengah-setengah saja,yang penting sudah dianggap bertanggung  jawab c. Hanya mengerjakan pekerjaan yang saya senangi. d. Mengkonsumsi obat suplemen untuk mendongkrak tenaga saya dalam menyelesaikan semua  tugas. e. Mengerjakan semua tugas dengan senang hati dan berusah...