Hari-hariku saat ini selalu bersama kamu.. Kamu yang telah memiliki pendamping hati sejak lama, entah mengapa perasaan itu muncul saat kebersamaan kita semakin erat terjalin. Aku mulai terbiasa dengan sosok dirimu yang ceria, konyol, baik hati, humble, tidak memandang orang lain buruk.. Kamu yang baik kepadaku. Aku bertahan dengan diriku, bertahan dengan perasaan ku, bertahan dengan diriku yang pernah dihancurkan cinta. Aku bertahan dari dirimu yang mulai mengisi kekosongan hati ini, hati yang entah bagaimana bentuknya saat ini. Kacau, penuh peluh, kotor, mungkin sudah tidak dapat diperbaiki lagi. Aku merasa kamu selalu dapat menjadi penyemangatku ditempat dimana aku ada saat ini. Entah akankah ada perasaan lain yang akan timbul atau tidak, tapi berada didekatmu aku bisa menjadi diriku sendiri, aku merasa nyaman. Tak butuh waktu lama untuk bisa dekat dengan kamu. Hariku hampa tanpa kehadiranmu disampingku. Aku bertahan dari perasaan yang aku takutkan menjadi cinta yang salah. Entah berapa kali aku terjebak dengan cinta yang salah??? entahlah…. Aku akan bertahan dengan diriku, karena aku tahu tidak ada sedikitpun ruang kecil dihatimu.. Ruang besar dihatimu telah diisi oleh cintamu.. Biar, biar begini saja… Aku merasa sangat nyaman degan keadaan ini, kita yang berteman seperti ini. Aku tidak akan merusak pertemanan ini dengan perasaan-perasaan yang lain. Biarlah, biar seperti ini, kita yang dapat tertawa Bersama tanpa ada maksud lain.. Saat ini tidak ada cinta, namun kebersamaan ini memupuk kasih sayang... Kasih sayang dari seorang teman menjadi sahabat.. Aku ingin menjadi sahabatmu, bukan kekasih. Semoga sebaik ini, selamanya sahabat...
Mengapa gue merasa sedih dan tertekan ketika bangun, tetapi umumnya gue ngerasa lebih baik tentang kehidupan gue saat di malam hari... Banyak dari jawaban yang dijelasin psikiater gue itu udah mencakup beberapa aspek yang mungkin berhasil dalam kasus gue, dan gue tau ini pasti akan menjadi agak lama, tapi gue selalu berusah untuk meluangkan waktu. Namun, perlu diingat bahwa ini mungkin bukan masalah yang kalian pernah rasain. Gue tau kalo kita sebagai manusia, juga sebagai spesies, sebagian besar adalah diurnal, tetapi sebagian dari kita enggak. Seperti diri gue ini. Dan gue mengetahuinya setelah melalui beberapa pengalaman dan konsultasi, terapi beberapa kali, beragam diagnostik, dan lebih banyak tes dan ujian daripada yang udah gue hitung dan lalui. Gue dulu ngerasa sangat seperti apa yang lo gambarkan. Terus-menerus "lelah" secara fisik / emosional / mental hampir sepanjang hari, enggak peduli jumlah latihan fisik dan penyesuaian pola makan yang gue lakukan, tetapi ...
Komentar
Posting Komentar