Sudah sekian Lama, aku menunggu dya. . .
Menunggu saat dirinya sendiri,
hingga bathinku terasa sepi karena teLah LeLah menanti. . .
Tapi mengapa engkau tetap juga tak mengerti. . .
Tak menyadari aku yang sLama ini ******
kau tak pernah tau sakit hatiku ini. . .,
menggenggam perih cinta daLam hati,,,
kucoba untuk membenci dirimu, . .
Tapi hati ini menoLak, menoLak sepenuh hati. . . .
Sampai kapan aku begini,,
menyimpan Luka di hati, . .
Ku ingin suatu saat kau mengerti itu,,
waLau diriku teLah MATI !!!
Menyadari ketuLusan daLam diri, , ,
waLau ku terima Luka ini. . .
Namun aku bahagia jika kau bahagia, , ,
tapi jika suatu saat kau disakiti seseorang,,
akuLah orang pertama yang akan mengobati sakit itu. . . ,,
dan berusaha mencoba untuk seLaLu di samping dirimu,,
wLau aku tLah pergi, dan mungkin tak akan pernah kembaLi Lagi,
aku tidak akan pernah bisa meLupakan mu. .
Namun, akan aku coba meLakukannya,
karena aku ****** dirimu seLamanya dan seLamanya!?
Mengapa gue merasa sedih dan tertekan ketika bangun, tetapi umumnya gue ngerasa lebih baik tentang kehidupan gue saat di malam hari... Banyak dari jawaban yang dijelasin psikiater gue itu udah mencakup beberapa aspek yang mungkin berhasil dalam kasus gue, dan gue tau ini pasti akan menjadi agak lama, tapi gue selalu berusah untuk meluangkan waktu. Namun, perlu diingat bahwa ini mungkin bukan masalah yang kalian pernah rasain. Gue tau kalo kita sebagai manusia, juga sebagai spesies, sebagian besar adalah diurnal, tetapi sebagian dari kita enggak. Seperti diri gue ini. Dan gue mengetahuinya setelah melalui beberapa pengalaman dan konsultasi, terapi beberapa kali, beragam diagnostik, dan lebih banyak tes dan ujian daripada yang udah gue hitung dan lalui. Gue dulu ngerasa sangat seperti apa yang lo gambarkan. Terus-menerus "lelah" secara fisik / emosional / mental hampir sepanjang hari, enggak peduli jumlah latihan fisik dan penyesuaian pola makan yang gue lakukan, tetapi ...
Komentar
Posting Komentar