Langsung ke konten utama

puisiku untuk merapi & mentawai

Merapi Mentawai Kupijak pandangi puncak gunung.. Kuterkejut melihat putih hitam awan yang membumbung.. Kuberjalan menyusuri bibir pantai.. Ku terkejut melihat ombak mengejar menerjang.. Oh,, Apakah ini sebuah pertanda.. Pertanda akan hancurnya bumi yang selama ini ku pijaki.. Dan Kuberlari kesana kemari, tuk hidari semua yang telah terjadi.. Oh merapi,, Sampai kapan engkau akan mengeluarkan air matamu?? Air mata yang membuat kami ikut menagiss.. Bukan hanya kami, mereka semuapun menangis.. Ingin sekali ku berlari menyusuri pantai.. Tapi, tapi apa yang kusaksikan.. Ku hanya melihat ombak pasang tsunami yang datang.. Menyapu, menerjang, menghancurkan, meluluh lantahkan semua yang ada.. Akupun terseret.. Terseret dalam kesedihan yang sangat mendalam.. Kini aku terlantar , terlantar dalam kebingungan.. Kebingungan untuk tetap bartahan hidup Kini aku hanya bisa meminta.. Meminta belas kasihan para dermawan yang ada.. Merapi Mentawai engkau adalah dukaku.. Adakah harapan untuk menghapus sedikit perih duka yang aku rasakan saat ini?? Aku hanya ingin tertawa bebas seperti sedia kala.. Created by: gustianto rahman

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jam Tidur Gue Berantakan Lagi

 Mengapa gue merasa sedih dan tertekan ketika bangun, tetapi umumnya gue ngerasa lebih baik tentang kehidupan gue saat di malam hari...  Banyak dari jawaban yang dijelasin psikiater gue itu udah mencakup beberapa aspek yang mungkin berhasil dalam kasus gue, dan gue tau ini pasti akan menjadi agak lama, tapi gue selalu berusah untuk meluangkan waktu. Namun, perlu diingat bahwa ini mungkin bukan masalah yang kalian pernah rasain. Gue tau kalo kita sebagai manusia, juga sebagai spesies, sebagian besar adalah diurnal, tetapi sebagian dari kita enggak. Seperti diri gue ini. Dan gue mengetahuinya setelah melalui beberapa pengalaman dan konsultasi, terapi beberapa kali, beragam diagnostik, dan lebih banyak tes dan ujian daripada yang udah gue hitung dan lalui. Gue dulu ngerasa sangat seperti apa yang lo gambarkan.  Terus-menerus "lelah" secara fisik / emosional / mental hampir sepanjang hari, enggak peduli jumlah latihan fisik dan penyesuaian pola makan yang gue lakukan, tetapi ...

Support Gerd & Anxiety

 Aku lelah, aku cape..  Tapi masih ada mereka..  Bersama mereka gue percaya, bukan cuma gue yang merasakan perasaan yang enggak menyenangkan ini. Bersama mereka gue bisa tertawa tanpa beban, mereka yang paling mengerti apa yang gue rasakan.  Tahun ke 2 kita bertemu.  Semoga silaturahmi ini terjaga til jannah..  Terimakasih hari yang singkat namun cukup membahagiakan..  Support Gerd & Anxiety~

Kenapa Rindu???

  Kadang gue suka bertanya sama diri gue sendiri, kenapa sih gue merindukan seseorang yang menyakiti diri gue??? Pernah baca penjelasan psikologis buat masalah ini , dan cukup simpel sih menurut gue. Saat gue berfikir itu semua, jadi malah gue juga bisa mengetahui alasan pasti mengapa sih gue merindukan "Dia" seseorang yang udah menyakiti gue. Saat gue udah paham kenapa demikian, semua itu akan membantu gue untuk sembuh lebih baik. Jadi sebetulnya sih alasan paling mendasar mengapa kita/khususnya gue pribadi merindukan seseorang atau sesuatu adalah karena hal itu membuat diri gue sendiri merasa baik saat mengingatnya. Otak kita kan sebenernya berfungsi dengan cara yang sangat berbeda dan rumit dari yang mungkin kita semua asumsikan. Tugasnya adalah membuat kita bisa tetap merasa aman dan bahagia pada momen khusus ini itu. Cuma itu yang dilakukannya. Sekarang lo mungkin berpikir kan bagaimana hal itu membantu kita dengan mengingatkan kita pada orang yang telah mengacaukan kita...