Langsung ke konten utama

Tentang Kehilangan

Kembali kita pada sebuah pengulangan, di mana kita pulang pada kenangan.
Pada debar masing-masing dengan rasa yang entah sama atau beda.
Kita sama-sama kehilangan, tepatnya.
Apa lagi yang harus diributkan dari kehilangan?
Selain pembunuh sepi atas hatimu sendiri.
Apa lagi yang harus diperkarakan dari kehilangan?
Selain tubuhmu akan dikuliti sunyi perlahan-lahan.
Di mana amin dari segala doa yang kita panjatkan bersama kemarin?
Hilang lenyap oleh dinginnya hembusan angin malam?
Di mana amin dari segala doa yang kita panjatkan bersama kemari?
Habis musnah dengan tenggelamnya matahari kala senja?
Untuk terakhir kalinya…
Duduk manislah dan tatap mataku, redam egomu, sayang.
Kita sudah kalah telak oleh kenyataan.
Kehilang datang tiba-tiba barusan, tanpa aba-aba, tanpa undangan.
Kusaksikan dia ke sini melewati pipi yang berlinang air mata.
Berdoalah dan mari mengucapkan amin seirama, semoga kita kembali bersama dipengulangan nanti.
Biarkan nanti aku mencintaimu melebihi cinta semesta terhadapmu.
Mencintaimu sehari lebih lama dari selamanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jam Tidur Gue Berantakan Lagi

 Mengapa gue merasa sedih dan tertekan ketika bangun, tetapi umumnya gue ngerasa lebih baik tentang kehidupan gue saat di malam hari...  Banyak dari jawaban yang dijelasin psikiater gue itu udah mencakup beberapa aspek yang mungkin berhasil dalam kasus gue, dan gue tau ini pasti akan menjadi agak lama, tapi gue selalu berusah untuk meluangkan waktu. Namun, perlu diingat bahwa ini mungkin bukan masalah yang kalian pernah rasain. Gue tau kalo kita sebagai manusia, juga sebagai spesies, sebagian besar adalah diurnal, tetapi sebagian dari kita enggak. Seperti diri gue ini. Dan gue mengetahuinya setelah melalui beberapa pengalaman dan konsultasi, terapi beberapa kali, beragam diagnostik, dan lebih banyak tes dan ujian daripada yang udah gue hitung dan lalui. Gue dulu ngerasa sangat seperti apa yang lo gambarkan.  Terus-menerus "lelah" secara fisik / emosional / mental hampir sepanjang hari, enggak peduli jumlah latihan fisik dan penyesuaian pola makan yang gue lakukan, tetapi ...

Support Gerd & Anxiety

 Aku lelah, aku cape..  Tapi masih ada mereka..  Bersama mereka gue percaya, bukan cuma gue yang merasakan perasaan yang enggak menyenangkan ini. Bersama mereka gue bisa tertawa tanpa beban, mereka yang paling mengerti apa yang gue rasakan.  Tahun ke 2 kita bertemu.  Semoga silaturahmi ini terjaga til jannah..  Terimakasih hari yang singkat namun cukup membahagiakan..  Support Gerd & Anxiety~

Sepi Tanpanya

 1. Saya berhasil mengatasi tantangan terutama karena saya ....* a. Mendapat bantuan dari teman b. Berani mencoba hal - hal yang tidak berisiko c. Berani mencoba dengan segala resiko d. Tidak putus asa dalam menghadapi keadaan 2. Kerja sama antarumat beragama dapat diwujudkan dengan … * a. Mempelajari keyakinan pemeluk agama lain. b. Ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain. c. Mengamati cara pemeluk agama lain beribadah. d. Ikut membantu memperbaiki rumah pemeluk agama lain. 3. Dari sekian pegawai di kantor, saya merasa beban tugas terberat ada pada saya ditambah  lagi dengan adanya deadline. Sikap saya... * a. Mengerjakan semua tugas sambil menggerutu dan marah-marah. b. Mengerjakan semua tugas setengah-setengah saja,yang penting sudah dianggap bertanggung  jawab c. Hanya mengerjakan pekerjaan yang saya senangi. d. Mengkonsumsi obat suplemen untuk mendongkrak tenaga saya dalam menyelesaikan semua  tugas. e. Mengerjakan semua tugas dengan senang hati dan berusah...