Langsung ke konten utama

Postingan

Gue Lelah

Coba aja lelah ini malah mengalahkan gue.. Enggak banyak yang tau kalo gue lagi berjuang dalam lelah. Enggak gue ceritakan ini pada ibu bapak, enggak pula gue mengabarkannya pada kotak-kotak persegi empat foto di sosial media. Dalam pikiran gue, biar aja gue ngelakuin semuanya di jalan sunyi, siapa tau nanti ibu bapak bisa langsung menikmati kabar gembiranya, dan teman-teman gue mencicip seraup hikmahnya aja. Entah gimana, guebsemacam enggak rela kalo jalan sunyi gue ini menjadi riuh oleh banyak pertanyaan, harapan, atau juga komentar-komentar dari orang lain, yang bahkan enggak sepenuhnya memahami apa yang lagi gue perjuangkan. Atau, apa mungkin sebenernya gue belum siap buat menceritakannya??? Ah, gue enggak tau hahhaa. Mungkin, nanti gue akan benar-benar menceritakannya pada orang yang sepenuhnya gue percaya. Kamu misalnya, sahabat sejiwa, semakna, dan semoga juga sesyurga... Aamiin :D Di jalan sunyi ini, banyak dinamika udah terjadi. Gue menjadi paham bahwa kata lelah dan segala ...

Kayaknya Gue Sakit

 Maaf kalo kamu bosan membaca setiap cerita yang udah gue tulis. Maaf jika kamu bosan menyimak cerita gue dan selalu dapat menebak isi didalamnya. Gue cuma berusaha mengurai perasaan gue lewat cerita-cerita itu. Gue cuma berusaha meringankan pikiran-pikiran yang berteriak teriak. Gue tau, mungkin itu semua sangat membosankan, Mungkin itu semua sangat kekanak-kanakan untuk menuliskan semua perasaan yang dirasa. Tapi gimana lagi????  Rasanya itu cara ternyaman gue buat mengobati sakit yang dirasain diri sendiri.  Mengobati????Ya, sepertinya gue sedang sakit...  Semua yang gue tuliskan disini adalah bagian dari sakit gue. Kalo enggak salah gue pernah menuliskan tentang 'kehilangan', tentang 'Aku' dan tentang siapa-siapa aja yang udah ngebuat gue jadi kaya gini. Memang enggak jelas gue ceritain semuanya. Gue enggak menyebutkan semua nama disana. Tapi jika kalian semua resapi, gue melukiskan banyak banget banget kesakitan, kekhawatiran, ketakutan dan duka mendalam di sana...

Untuk Diriku Yang Saat Ini Sedang Lelah

Hey, untuk diriku sendiri yang mungkin sedang lelah ditertawai kehidupan dunia.. Berterima kasihlah kepada Allah karena hari ini kamu masih dalam sebuah proses mencari dan menuju kebahagiaan. Berarti tandanya, Allah masih belum selesai membentuk kamu gusttt. Saat aku menghadapi berbagai proses, aku sangat sering merasa enggak kuat karena aku selalu memakai cara manusia, bukan cara Allah. Ada berapa banyak proses yang dulu aku rasa terlalu sulit dan mustahil untuk aku lewati sendirian.. Sekarang malah udah lewat juga sih..  Proses itu pasti lewat kok, namun yang terpenting adalah aku mau belajar dari proses itu. Melewati proses itu mudah kok, namun pakai respon yang manakah aku kemarin??? Pakai yang benar atau yang salah??? Untuk lari dari proses pun bisa-bisa aja kok. Tapi lari enggak pernah nyelesain apa-apa. Lari hanya menunda. Mungkin dengan lari, aku akan menjumpai jalan yang jauh lebih gampang untuk dilewati. Tapi aku enggak akan pernah sampai garis akhir. Aku ngerasa lelah ...

Level Tertinggi Mencintai Adalah Merelakan Dia Bahagia Bersama Orang Lain

Level tertinggi bullshit adalah judul kalimat diatas. Oke next... Aku lanjutkan 4 hours again  masih dimobil......  Dan sekarang jam 21.42 tanggal 24 Agustus aku baru bisa lanjutin postingannya.. Im feel so tired!!!  Judul tulisan ini adalah hal terbullshit yang pernah aku baca, aku lihat, dan aku tulis.  Karena orang-orang munafik lah yang pura-pura mengikhlaskan orang yang "Dicintainya". Termasuk aku, yep.. Aku salah satu orang munafik itu.  Saat aku berfikir dalam hidup ini siapa sih yang enggak mempunyai masalah? Aku, kamu, mereka, dia... Meskipun kita menginginkan hidup ini berjalan baik-baik aja, mulus dan tanpa masalah, toh kenyataannya jalan hidup seseorang enggak akan pernah ada yang tahu kan?? Sekalipun pribadi itu sendiri. Sekalipun itu kamu, aku. Seorang peramal sekalipun, enggak akan pernah bisa akurat melihat garis kehidupan seseorang. Kaya peristiwa kehilangan, merupakan sesuatu yang pasti, meski enggak ada satupun yang menginginkannya terjadi. En...

Dia Yang Masih Kutunggu Kabarnya

Se perti itu.  Dia tersenyum, tapi senyuman itu enggak sampai ke matanya, bahkan ditemani banyak laki-laki yang merayunya di chatting message nya, yang dia pilih untuk menemani kesepiannya...  Mengapa???  Aku enggak pernah tau, dan aku benar-benar enggak ingin menghabiskan waktu untuk mengkhawatirkan dirinya jujur aja.  Tapi otakku kini malah terus asik memikirkan pertanyaan itu. Mengapa dia lebih memilih untuk menghindariku??? Apa karena dia enggak ingin membiarkan aku masuk???  Terus kenapa dia enggak ingin aku masuk masuk kedalam kehidupannya??? Aku menyadari aku tidak tampan, aku belum baik, aku sudah tua mungkin, perbedaan umur kita terlalu jauh??? Yaa itu semua benar.. Harusnya ku sadar diri...  Aku masih berfikir terkadang mungkin karena dia adalah gadis pemalu, dan terkadang karena dia yakin akan keunggulan dirinya sendiri. Dia smart, cantik, harinya baik, polos, penuh kejujuran, dan hatinya begitu tulus dan murni...  Tapi itu bukan satu-satuny...

Perasaan Saat Anxiety

 Aku mengerti punya sakit Anxiety Disorder itu kaya hidup tapi kamu kena prank mulu. Di bawah alam sadar kamu ngerasain kalo,... Sebentar lagi mati nih, detak jantung cepat bangettt, duh sesak nafas nih, lemas banget nih, ihhh kaya ada diperahu goyang-hoyang kliyengan, perut keram enggak nyaman, kepala sakit berat banget nih, belum lagi mindset fikiran yang apa-apa rasanya salah dan kepingin buat marah dan teriak, rasanya kaya mau mati tapi ada aja deh, ehh tapi engga mati hari itu juga kok sampe sekarang yaa kan??? Sensasi kaya sakit jantung, sakit kuning, asma  di cek ke dokter "semua baik-baik aja kok". Prank aja kita terus, kamu aku prank aja terus terus dgn sensasi Lo tyyy erd.... Dulu aku juga sama takut liat macet, tempat rame banget, terus ruangan sempit, gak bisa banget denger kabar buruk.. Apalagi berita kematian, behhh..  Yang paling ngeri ini...  Lambaian makanan enak kaya ngolok2 manggil-manggil nyuruh untuk kita memakannya duhhh..  Kopi dengan semu...

08 18 28

Semalam, 28 tahun yang lalu, aku pertama kalinya menghirup udara di bumi. Malam ini, dihari yang sama, seorang malaikat tak bersayap mengenalkanku pada hal yang disebut manusia, kehidupan. Allahumma baarikli fi 'umri. Selamat berkurang umur, untuk diriku sendiri 🙃

Tujuan Hidup

Saya adalah salah satunya, orang yang tidak memiliki tujuan hidup..  Saya berusia 27 tahun hari ini, dan akan menjadi 28 tahun dalam beberapa jam ke depan. Tetapi saya tahu, usia tidak akan berarti banyak, berapapun usia saya, saya akan tetap tidak memilikinya. Saya tidak memiliki impian; saya tidak ingin menjadi kaya, tidak ingin menikah dan membangun keluarga yang sempurna, tidak ingin pergi kemanapun juga, tidak memiliki pekerjaan impian yang spesifik jenisnya. Saya sering berpikir; MENGAPA SAYA HARUS REPOT-REPOT MELAKUKAN HAL-HAL JIKA PADA AKHIRNYA SAYA AKAN MATI DAN MELUPAKAN SEMUANYA? Dan saat itulah saya menemukan ini: Di suatu tempat, ada orang-orang yang rela berpanas-panasan hanya untuk mengemis makanan dari orang-orang. Ada para pengungsi yang berjuang sekuat tenaga untuk bertahan di tanah orang. Ada orang-orang yang rela membunuh agar ia tidak dibunuh terlebih dahulu. Semua itu dilakukan hanya agar mereka bisa hidup sedikit lebih lama, Jika hidup ini tidak berarti, meng...

Takdir Yang Tertulis

Takdir, telah tertulis.... Satu kata yang mengubah cara pandang kaka terhadap dunia..  Seperti, enggak lagi peduli seberapa keras kamu mencoba, seberapa lelah kamu berusaha.. Kalo bukan itu yang tertulis, maka semua yang serta merta kamu harapkan bisa jadi enggak akan pernah terjadi de.. Takdir enggak pernah ditulis oleh tangan manusia, sebab kalo kaya demikian, maka pastilah hasil yang akan kamu dapatkan akan selalu sebanding dengan usaha yang kamu keluarkan. Tetapi, pada akhirnya kamu pasti tahu, dan ngerasain ini semua. Kadang hasil usaha yang kamu dapat kadang malah menyelinap dan menikam kamu dengan pisau tajam bernama kegagalan. Kamu kii dan kaka, kita, dia mereka, kita semua...., bisa gagal...  Sebab itulah yang udah tertulis . Satu-satunya yang enggak pernah tertulis adalah akan kamu bawa kemana apa yang telah tertulis itu???? Menangis, meraung, menyalahkan semesta, atau juga bisa tertawa, bersuka, merayakan dengan semua kegilaan yang sebenarnya bukan diri kamu disepan...