animasi  bergerak gif
My Widget

Entri Populer

Senin, 12 Desember 2011

mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi (pembahasan KTT ASEAN)

Menurut Presiden, KTT ASEAN akan merumuskan langkah nyata guna mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat krisis keuangan di zona Euro yang masih menjadi pembahasan utama dalam KTT G20 dan KTT APEC.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang dijadwalkan menghadiri KTT Asia Timur akan berganti berkunjung ke Bali setelah sebelumnya menjadi tuan rumah KTT ke-19 APEC yang dihadiri Presiden Yudhoyono.

Sedangkan Presiden Rusia Dmitry Medvedev batal menghadiri KTT Asia Timur karena pelaksanaan pemilu di negaranya. Selama menghadiri KTT ke-19 APEC, Presiden Yudhoyono menyampaikan pidato pada forum APEC CEO Summit 2011 berjudul "The Asia Pacific Century" yang menegaskan peran kawasan Asia Pasifik sebagai poros pertumbuhan ekonomi dunia pada abad ke-21.

Sedangkan pada pertemuan puncak pemimpin negara APEC, Presiden Yudhoyono memberikan pandangan tentang kebijakan energi Indonesia yang mengutamakan efisiensi dan diversifikasi guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Presiden Yudhoyono juga menghadiri pertemuan dengan para pemimpin perusahaan terkemuka AS yang menyampaikan kepercayaan mereka terhadap perkembangan ekonomi Indonesia.

Sementara itu dalam konferensi pers untuk menyimpulkan hasil KTT ke-19 APEC, Presiden AS Barack Obama menyatakan kemajuan yang dicapai selama pertemuan bisa membantu penciptaan lapangan pekerjaan dan menjaga daya saing AS di kawasan Asia Pasifik yang berguna tidak hanya untuk ekonomi AS tetapi juga keamanan negara itu.

KTT ke-19 APEC, menurut Obama, menghasilkan beberapa upaya positif antara lain kesepakatan untuk mempermudah dan mempercepat perjalanan bisnis di kawasan Asia Pasifik, terbentuknya kerjasama Transpasifik antara sembilan negara anggota APEC untuk membentuk kawasan perdagangan bebas, meningkatkan upaya untuk pembentukan peraturan yang mendorong perdagangan dan penciptaan lapangan kerja.

Selain itu, KTT ke-19 APEC juga menghasilkan kesepakatan untuk meningkatkan pertumbuhan berbasis lingkungan yang bisa menjamin efisiensi energi melalui pengurangan tarif perdagangan untuk produk ramah lingkungan serta kemudahan ekspor untuk produk ramah lingkungan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar