Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Hello my "August"

Welcome My 'August' Alhamdulillah yaa.. Good Night July, Good Morning August and all people around the world!!! *Ceritanya sekarang gue lagi teriak pake nada penuh semangaaattt bgt* Malem ini sebenernya gue gak ada mood buat nulis tapi lagi pengin nulis sih nanggung butuh pelampiasan juga, jujur aja emang lagi nggak ada ide sama sekali jadi gue akan nulis tentang bulan kedelapan yaitu bulan kelahiran gue aja hahaha Yups, Agustus.. Atau dalam bahasa Inggris "August" Kata August Ini sebetulnya diambil dari salah satu nama dewa Yunani, ehh tapi gue lagi gak bahas itu. Yang mau gue bahas ini adalah tentang pertambahan usia gue hhuhu Enggak sadar loh gue ini udah mau 28 tahun, besok 18 hari lagi.. Perasaan kemarin masih SMA deh :') Masih SMP deng, gue masih jago banget main bola sampe dibilang skill nya mirip Thierry Henry tau gak? Legenda Arsenal yang main di timnas Prancis?? Gue dulu SD SMP secepet dia dan sejago dia #haseek dan dulu paling diandelin d

Depresi Merubah Kehidupan Ku, Dengarkanlah Kami

Malam ini aku kembali bersedih mendengar kabar tentang kamu dari mulut kamu sendiri kii.. Aku sakit mendengar orang yang aku sayangi pun sakit. Saat ini aku memahami, Aku tahu mereka berkata kepada kamu, buat mencari tau kenapa kamu ngerasa sakit??? Aku tau dengan baik kok hal tersebut membuat kamu selalu bosan. Seperti halnya diriku, Aku sakit karena diriku sendiri. Semua ini adalah kesalahan aku, karena aku memiliki banyak kekurangan. Dokter, ibu psikiatri inikah yang mau kalian dengar???? Bukan. Saat itu Aku rasa aku enggak pernah ngelakuin kesalahan apapun loh. "Udah aku bilang. Kenapa kalian enggak mau mendengarkan sih??? Hal yang bisa kalian atasi bukanlah bekas luka seumur hidup, ngerti?!!! Aku emang enggak pernah tercipta untuk melawan dunia. Apa yang bisa aku katakan??? Bilang aja aku udah ngelakuin semuanya dengan baik, Itu cukup bagus kan?  Kalo aku udah bekerja keras!!! Meski kamu enggak bisa tersenyum jangan salahkan aku. Kamu berhasil, kamu udah beker

Pesan Dari Aku (Jodohmu) Jika Kita Berjodoh

Kalo kita menikah, santai aja. Kamu enggak perlu ribet berdandan. Enggak perlu memoles wajah sedemikian rupa. Buat apa? Toh, dengan basuhan air wudhu di setiap pergantian waktu, kamu akan selalu cantik. Kamu juga enggak perlu resah dengan bentuk perut. Mau gendut mau kurus gak masalah kok. Sebab aku tahu, di dalam perutmu, ada rahim yang kelak melahirkan putra-putriku. Kalo kita menikah , santai aja. Enggak perlu malu bila gak bisa memasak. Toh, kamu dipinang buat jadi bidadari, bukan buat jadi koki. Iya, kan??? Kita bakal masak bareng-bareng. Dan saat masakan terhidang, kita saling tatap, senyam senyum, lalu tertawa renyah saat ternyata, makanan kita keasinan Wkwkwk. Kalo entar kita menikah, santai aja. Enggak perlu sungkan sebab enggak bisa mengurus rumah. Toh, kamu dipinang sebagai istriku, bukan pembantu. Pagi-pagi sebelum aku berangkat kerja, kita akan beresin rumah sama-sama. Barangkali kamu yang nyapu dan aku yang mengepel. Sepakat, kan???? Kalo kita jadi menikah , s

Gue Gak Butuh Teman&Sahabat Seperti itu

Selama ini kadang gue bertanya sama diri gue sendiri apakah gue punya teman? Apalagi sahabat???  Sejauh ini yang gue rasa mereka cuma datang atau menghubungi gue cuma kalo ada maunya aja itu emang bikin sakit hati gue sih sejujurnya. Gimana enggak, gue cuma seperti hanya jadi orang yang dimanfaatkan aja dan engga punya arti di hidup mereka. Bahkan seolah-olah gue cuma jadi "ban serep"nya aja, disaat mereka butuh gue aja baru gue dicari-cari. Tapi kemana mereka saat gue butuhin??? Duh, sedih banget nggak sih idup gue ini?wkwkwk Eh kalo dibilang sedih yaa enggak sedih-sedih amat sih..  Gue udh terbiasa sendiri tanpa siapaun, tanpa mereka. Sepi, iyaa pasti sepilah. Tapi its ok, gue masih bisa autis sama diri gue sendiri walaupun kata mereka semua gue insecure toh tau apa mereka???? Mereka yang katanya teman, sahabat. Kalo mereka lagi butuh, mereka akan mengganggu dan terus merecoki hidup kita sampai keinginannya tercapai. Tapi begitu mereka udah selesai dengan masalahnya, b

Harapan Itu Enggak Pernah Ada, Gue Hidup Tanpa Harapan

Gue cuma seorang manusia biasa, yang suka dan bahkan terlalu sering menaruh harapan lebih kepada sesama manusia. Mereka sama kaya gue, berasal dari pencipta yang sama, berada di dunia yang sama, enggak ada kelebihan, tapi seakan gue begitu mengagungkan mahluk yang sama kaya gue sendiri. Seakan harapan yang gue titipkan akan dijaga wkwk Kenyataannya yang selalu gue dapet, gue sangat keliru, gue salah. Dari awal emang gue yang salah menempatkan harapan gue itu. Menempatkan harapan tertinggi pada manusia yang sama aja kaya gue. Berharap lebih seakan enggak ada kemungkinan untuk merasa kecewa, putus asa, gelisah. Padahal gue sendiri sebenernya tau kalo hati manusia tempatnya berubah-ubah kan??? Ya itu gue, masih aja meyakinkan diri untuk tetap percaya pada harapan. Bersandar pada manusia biasa, berharap bisa ditenangkan sedemikian rupa. Gue benar-benar lupa atau cuma berpaling, bahwa Allah yang Maha membolak-balikan hati hambanya. Rela berlama-lama menanti pada manusia,

Hari Kematian Ku

Gue ini enggak pernah tau, hidup atau udah mati. Jiwa gue bagai berkaca dihamparan cermin yang kusam, lusuh dan enggak jelas. Sukma gue terenyuh, melihat raga gue tertidur enggak berdaya. Gue belum mati!!! Terus sekarang gue ini apa??? Jiwa yang melayang – layang enggak tau harus pergi kemana. Gue kejebak didalam waktu, gue enggak bisa kembali. Karena gue enggak tau jalan pulang itu. Cinta itu apa???? Gue enggak pernah ngerasain cinta itu ada dalam kehidupan gue. Cinta itu enggak ada di didunia, gue susah mencari cinta yang kaya mereka ceritakan. Bayangan masa lalu mengganggu pikiran gue malam ini dan malam-malam yang lalu. Tragedi itu, membuat gue harus berakhir. Bukan, belum berakhir!!! Tapi itu menghantam tubuh gue, kuat banget . Raga gue keluar terhempas, jiwa gue tiba-tiba bergetar dan darah ada dimana-mana. Hidung dan mulut gue terasa terus mengeluarkan darah, percaya deh ini beneran sakit. Ini membuat gue enggak berdaya. Gue cuma sendiri disini, menunggu jiw

Fikiran Egois Gue, Ketika Kebaikan Gue Di Anggap Memiliki Maksud Tertentu

Gue baru aja berdiskusi dengan salah satu orang baik yang gue kenal melalui pesan whatsapp, dia adalah mentor sekaligus penyemangat gue untuk terus hidup dan tersenyum walaupun usianya jauh lebih muda dari gue beberapa tahun aja. Terimakasih Darinya gue mendapat beberapa masukan yang sangat berharga sekali untuk kehidupan jauh didepan nanti, ini tentang berbuat baik kepada siapa aja dan bagaimana seharusnya kita menyikapinya jika mereka yang kita tolong dengan tulus dan ikhlas, malah mengganggap kita enggak tulus dan malah menganggap ada maksud tertentu. ** Kata beliau, (Menjadi orang baik emang sih enggak ada salahnya. Bahkan kamu memang harus berbuat baik kepada orang lain. Tapi ada kalanya kamu terlalu baik kepada orang lain, sampai bahkan kamu sendiri enggak sadar kalo kamu terlalu baik. Kamu juga nggak sadar bahwa sikap *terlalu baik* kamu itu bisa mendatangkan hal-hal buruk untukmu sendiri). Saat gue melakukan banyak hal untuk seseorang, dia akan berekspektasi bahwa

Lagi Suka Nulis Nih

Sabtu malam, orang-orang menyebutnya malam minggu. Bagi gue sabtu malam adalah malam yang selalu sama, biasa aja. Seperti malam ini sejak pukul 18.30 tadi gue udah duduk sendiri di sebuah meja coklat dengan sofa berwarna coklat senada dengan suasana cafe ini yang begitu cukup ramai. Gue memesan coklat panas dan roti panggang strawberry dengan sedikit campuran Seres, tapi gue diamkan begitu aja karena gue terlalu fokus mengetik menggunakan laptop adik gue yang gue pinjam ini, karena laptop gue rusak. Sedih memang, tapi ah sudahlah gue enggak ingin membahasnya. Saat-saat menulis seperti ini biasanya gue bisa autis, tanpa melirik sekeliling. Tanpa disadari seperti saat ini, semua meja yang tadinya begitu cukup kosong kini telah ramai dan berisik, mereka yang mengisi bercanda sambil tertawa. Eh enggak, ada juga disebelah kiri depan gue, mba-mba cantik berjaket merah maroon warna kesukaan gue. Tapi ku hiraukan, mungkin dia juga senang menikmati kesendiriannya seperti gue ini hahaha *skip

Hello, kamu.. Yang Sedang Enggak Baik-baik Saja

Hello kamu yang lagi baca ini!!! Apa kabar kamu pagi ini??? Sudah mendingan kah??? Walaupun aku tahu kamu masih enggak baik-baik aja.. Kalo emang begitu, berarti kita sama. Ya sama, aku sedang mengalami hal yang sangat menyedihkan dan menyesakkan dalam hidupku. Aku juga mengalami kegagalan, aku mengalami keterpurukan dan aku mengalami banyak kehilangan(pula) sama kaya kamu. Kamu tahu, aku merasa sangat sedih, merasa sendiri, terpukul dan rasanya ingin mengurung diri di kamar atau malah ingin pergi sejauh-jauhnya dan melenyapkan diri dari bumi ini. Akan tetapi, kamu tahu bahwa semua niatan nakalku itu akhirnya aku urungkan begitu saja.. Kenapa bisa gampang??? Ya, entahlah aku juga gak tau.. Mungkin karena ketika hatiku bersedih aku teringat kedua orang tuaku. Bapak dan ibuku. Mereka bagaikan kamera yang memantau dan mengawasi keadaan anaknya secara diam-diam. Jika mereka melihat lesu dan muram di wajah anak-anak mereka, mereka akan lebih bersedih. Karena enggak ada sa

Tetaplah Bersinar, Terang Hingga Benderang

Kadang kita enggak ngerti atas apa-apa yang terjadi dalam kehidupan kita. Atas sesuatu yang terjadi di luar keinginan kita, atau yang enggak kita duga, enggak pernah kita sangka ternyata akhirnya akan menyapa. Kita bertanya-tanya kapankah lelah ini akan lillah??? kapankah lelah ini akan menemukan muaranya untuk berlabuh??? untuk diletakkan, sehingga enggak lagi menjadi beban.. Namun nyatanya, selagi usia masih disisi, selama itu pula ujian enggak akan berhenti menghampiri. Ada hati yang masih bisa kita ajak untuk melalui semua dengan kesabaran, sabar yang cantik, sabar yang menyedikitkan keluhan. Sebab kalo aku sampaikan tanpa keluhan sama sekali, kita hanyalah seseorang yang biasa, yang berulang kali jatuh dan terpuruk. Seseorang yang sesekali ingin dikuatkan dengan nasehat terbaik. Sampai nanti pada akhirnya kita cukupkan pada Allah untuk mengadukan segalanya, sungguh segalanya. Hanya kepada Allah. Diri kita sendiri yang begitu mengerti bagaimana k

JODOH : DIPILIH ATAU MEMILIH?

Gue lagi duduk, nonton INews TV Cahaya Hati Indonesia, sambil scroll beranda dakwah islam di Facebook nemu ini.. Gue rasa ini tulisan bagus, tentang jodoh.. Apalah jodoh itu di pilih atau memilih???? Check this out..  Pertama. • Satu hal yang sering dilupakan oleh wanita adalah kemuliaan wanita tidak bergantung pada lelaki yang mendampinginya. Kenapa? Allah meletakkan nama dua wanita mulia dalam Al-Quran, Maryam dan Asiyah. Kita tahu, Maryam adalah wanita suci yang tidak memiliki suami, dan Asiyah adalah isteri dari manusia yang sangat kejam, Firaun. Apakah pangkat itu mengurangi kemuliaan mereka? Tidak. Kedua. • Bicara jodoh adalah bicara tentang hal yang jauh; akhirat, syurga, redha Allah, bukan semata-mata dunia. Ketiga. • Jodoh itu sudah tertulis. Tak akan tertukar. Yang kemudian menjadi ujian bagi kita adalah bagaimana cara menjemputnya. Beza cara, beza rasa. Dan tentu saja, beza keberkatannya. Keempat. • Dalam hal rezeki, urusan kita adalah bekerja. Soal Allah mahu meletakkan

Gue Sakit

Dari awal, gue terlahir baik-baik aja. Gak pernah ada yang salah dengan fisik gue.  Gue selalu merasa punya tubuh yang sehat, enggak ada yang terasa janggal. Gue pun termasuk punya karakter yang sangat ceria dan ramah. Banyak teman yang bahkan sangat suka sama kepribadian dan karakter gue yang periang ini. Suatu ketika waktu sekolah dasar, kelas 4 SD kayanya gue dapati tubuh gue melemah tanpa bisa gue tau apa sebabnya. Jelas ini bukan sesuatu yang biasa menimpa diri gue. Buru-buru gue beri tahu ibu dan bapak. Mereka pun mengantar gue ke RS Cipto bertemu dokter yang pastinya bisa menerjemahkan rasa sakit yang gue rasakan. Sayangnya, dokter memberi kabar yang enggak mengenakkan. Ibu dan bapak pun bisa membaca semburat kegelisahan di paras gue dan menepuk-nepukkan pundak gue berusaha menenangkan. Enggak dapat gue pungkiri, gue yang dulu belum paham apa-apa cemas luar biasa membayangkan betapa mengerikan jadi orang yang mengidap penyakit mengerikan hhahaha. Walaupun dokter bilang ba

Semoga Secepatnya Bahagia Menuju Ku

15.30 pm, Sore ini aku terduduk dibangku plastik biru didepan teras depan rumahku yang dipenuhi keramaian hilir mudik orang-orang yang beraktivitas. Enggak terasa rindu demi rindu berlarian, air mata demi air mata berjatuhan. Mungkin di atas sana, Tuhan sedang menatap dengan penuh kekhawatiran atau barangkali di balik rahasia Nya tersembunyi sebuah kejutan. Entah dimulainya sejak kapan, cinta ini sepertinya sudah cukup lama aku pendam sendirian. Aku enggak mengerti dengan baik mengenai cinta, namun yang aku tahu dengan pasti, di detik saat sebuah senyum kausunggingkan, di titik yang lain aku juga turut merasakan kebahagiaan. Tik tok tik tok detak-detik jarum jam berdengung telinga, seakan menegaskan ada nada bisu yang diteriakkan semesta untuk aku. Sunyi sudah menjadi teman, sejak aku tau aku bagimu enggak mungkin menjadi pasangan. Aku ingin kamu menginginkanku.. Hal yang sangat mustahil bukan :D Satu kalimat dihati dan fikiran yang kemudian menguap seiring