Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 29, 2018

AntaraTeman, Kekasih, Atau Gak Sama Sekali

Gue ingat ketika lo memegang tangan gue dan berbisik di telinga gue, "Gue cinta lo gus. Jadilah cowok gue. "Itu adalah mimpi terbaik dalam hidup gue. Tujuh kata itu gak pernah keluar dari mulut gue. Kalau aja lo tau bagaimana gue ingin mengatakan 'Gue cintai lo' Tapi, gue memilih untuk tetap diam karena gue gak bisa tahan pikiran ini dan gak mampu untuk kehilangan lo dan persahabatan kita. Seharusnya gue tau bahwa keinginan lo mencintai gue kembali adalah harapan palsu. Namun gue terus berharap, dan berpura-pura. Gue hampir menyukai bagaimana kita menahan diri dan gak pernah menunjukkan perasaan kami dan berpura-pura bahwa kami hanyalah orang asing. Gue hampir menyukainya, Hampir banget banget. Dan upaya luar biasa yang gue lakukan untuk menyembunyikan perasaan gue sehingga gue dapat melihat lo setiap hari. Apakah itu Pantas??? Untuk saat ini hanya itu yang gue punya. Jadi jawabannya adalah iya... Cinta gak berbalas ini menyenangkan. Gue tersenyum dan menikmati setia

Jangan Pernah Ngeremehin Secuil Rasa Kangen!!!

Dulu kita bilang dari "bareng-bareng terus ya". Terus, "yang penting jadwal kumpul mah diatur aja kan gengs". So, "yang penting kan masih bisa ketemu yaudah syukur". dan sampe akhirnya… "Mereka apa kabar ya???" "Udah lama juga enggak ketemu mereka yaa" "Kangen mereka yang dulu hampir tiap waktu selalu bareng-bareng" Dulu kalau mau kumpul tinggal ngumpul, enggak perlu banyak alasan buat ngumpul. Dan pada akhirnya kita cuma bisa ngobrolnya via group chat. okeh gak papa,, Tapi lama-lama yang ngerespon sedikit dan makin sedikit. Sampai akhirnya masing-masing sibuk sendiri. Kalau udah kayak gini ya gak bisa nyalahin siapa-siapa kan??? Emang masanya aja yang udah abis dan cuma bisa bilang "sukses bro, sis... See you on heaven wlwkwkwk Sampai jumpa nanti kalo kita udah pada sukses yaaa~" Ada satu titik dimana kita bakal noleh ke belakang. Terus sadar kalau temen temen yang dulu selalu barengan, satu persatu "HILANG&qu

Kangen

Ketika ku merindukanmu, ku menemukan engkau ada di dalam diriku. Begitupun, ketika engkau merindukanku, temukanlah aku yang selalu ada di dalam hatimu. Wahai tangan-tangan yang gak tergenggam. Hati-hati yang gak tersentuh. Sorot-sorot mata yang terus bertumbuh. Diri-diri yang gak pernah mengeluh. Telapak tangan yang siap untuk merengkuh. Genggaman tangan yang gak akan pernah membiarkanku jatuh. Wajah-wajah yang memandangku teduh. Ya, masih bisa ku pandang saja, meski tidak tersentuh. Hoamzzzh. Mestikah ku mengeluh???? Saat engkau begitu teguh??? Pantaskah ku berputus asa, Ketika engkau bersungguh-sungguh??? Layakkah ku mengaduh. Saat engkau menanggung derita, namun engkau terus melangkah, menjauh... Engkau berpaling menjauh. Saat ku membuatmu semakin jauh, begitu pun sebaliknya. Maka ku coba dekat-dekat denganmu, walau tidak lekat. Ku melipir-lipir di jalan yang engkau tempuh. Sekalipun hanya untuk menyaksikanmu dari jauh. Ku melangkah juga, melangkah dan bergerak jauh!!! Akhirnya kit