Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

Gue Yang Ingin Mengeluh, Tapi Sama Siapa???

 Saat ini gue lagi ada difase tersadar kalo Kontak HP gue ternyata banyak terisi oleh nomer-nomer yang enggak gue kenal, banyak dari mereka tiba-tiba menchat gue dengan alasan yang sama. Mereka ingin didengarkan! Sebagian dari mereka mengeluh, dan mengeluh. Sebagian dari mereka cuma ingin didengar. Sebagian dari mereka merasa nyaman dengan jawaban yang gue berikan. Sebagian dari mereka menuntut gue untuk terus selalu ada ketika mereka membutuhkan gue. I'm happy ketika mereka menganggap gue, dan gue selalu berusaha untuk ada buat mereka. I'm always here to make you feel better. Seenggaknya gue selalu kasih afirmasi positif untuk mereka. Ada yang didenger, ada yang kepala batu. Kebanyakan sih ngeyel kalo gue ngomong A pasti dibantah sama alasan b, c, z.  Jujur, gue bukan orang yang bisa deket dengan orang asing. Tapi sebisa mungkin gue selalu buat orang lain itu nyaman ketika berhadapan dengan gue. Gue selalu memperlakukan mereka dengan baik. Gue bisa pergi kapan aja gue mau, gue

Memaafkan Diri

 Gak terasa udah 6 tahun gue ngenjalani fakta kalo lo meninggalkan gue, demi memberi ruang di hati lo untuk yang lain, tentu aja gue hampir mati kemarin. Enggak mati secara raga, tentu aja. Namun mati secara naluri. Serupa malas mendengar nama lo lagi. Serupa malas mengetahui kabar lo lagi. Serupa berharap, semoga elo selamanya pergi. Mati. Mengingat kembali segala janji yang udah lo ucapkan tentang kita di masa lalu, gue serupa menyalakan kembang api dalam hati. Ia meletup di awal dan hampir meledak di akhir. Selalu gue tahan sekuat hati. Biar rasa benci gue enggak sampai membuat gue hilang kendali. Lo itu… Bener deh, sejujurnya gue selalu sering bertanya sendiri dalam hati. Pantaskah seorang pengkhianat kaya lo buat dimaafkan??? Pantaskan seorang pembunuh kebahagiaan diterima maafnya??? Pantaskah nes???!  Waktu demi waktu berlalu dengan sangat terasa perjuangan didalamnya. Bisu demi bisu. Hening demi hening. Air mata demi air mata. Banyak hal terjadi dalam hidup gue setelah penghiana

(Firasat)Hanya Bisa Mencintai Dalam Diam

 Semalam tadi, tepatnya tengah malam dini hari tadi kaka terjaga, terjaga karena sebuah mimpi tentang diri kamu. Kamu menangis begitu sedih, kaka pun cuma bisa terdiam disisimu tanpa bisa memeluk. Rasanya begitu sakit melihat kamu menangis, walau itu hanya sebuah mimpi. Dada kaka begitu sesak, airmata tanpa disadari mengembang dibawah pelupuk mata ini. Siapa kaka yang begitu lancang berharap kamu ada disini??? Kaka hanya seorang pemimpin, dan kamu adalah mimpi indah yang mungkin enggak bisa kaka gapai. Kamu adalah tujuan, tujuan yang enggak mungkin dapat kaka tuju. Kamu adalah harapan, harapan yang enggak pernah mengharapkan adanya kaka untuk berada disisi kamu. Kaka hanya orang asing yang berada jauh darimu, kaka hanya orang asing yang jatuh cinta kepada gadis lugu yang bersih hatinya. Kaka merindukan kamu deee, aku benar-benar jatuh cinta kepada kamu kii. Mimpi kaka pagi ini begitu nyata, mimpiku seperti pertanda bahwa kamu sedang enggak baik-baik aja. Apakah itu semua hanya firasat

Merenung

 Saat ini gue tersadar bahwa enggak perlu menggenggam apa yang seharusnya enggak digenggam, belajar melepaskan apa-apa yang enggak perlu dipertahankan. Diri gue enggak bisa memaksa seseorang buat etap tinggal, bukankah setiap orang memang berhak dengan pilihannya???  Salah satu ikhtiar untuk “melupa” adalah menyibukan diri dengan memperbaiki diri, untuk Nya dan karena Nya. . Menyibukan diri dengan orang-orang didekat gue, mereka adalah keluarga gue, sahabat, dan siapapun itu. Menyibukkan diri dengan memaksimalkan kualitas diri. Sehingga Pencipta Alam Semesta pun mencintai gue(semoga) .. Selalu percaya kalo sangat mudah banget bagi Allah untuk menggerakkan setiap hati hamba Nya agar mencintai hamba-hamba yang dicintai Nya. . Kalopun nantinya dipertemukan dengan dia atau yang lain, seenggaknya udah cukup siap atas diri gue sendiri, dan kalopun enggak dipertemukan didunia.. Semoga diri gue pantas mendapatkan pasangan terbaik di surga Nya nanti.  Jujur aja salah satu “sarana” yang membuat