animasi  bergerak gif
My Widget

Entri Populer

Rabu, 30 Mei 2012

Kurang tepatnya pemanfaatan subsidi bbm



Jakarta - Pihak Bank Dunia menyatakan besaran subsidi BBM yang dikucurkan tiap tahun oleh pemerintah Indonesia tidak efektif. Subsidi ini dinilai menguntungkan orang kaya.

Hal ini disampaikan Bank Dunia dalam siaran persnya soal perkembangan ekonomi Indonesia yang dikutip, Rabu (4/4/2012).

Dikatakan Bank Dunia, di 2011 jumlah subsidi BBM yang dihabiskan pemerintah mencapai US$ 19 miliar atau Rp 171 triliun. Pemberian subsidi ini dinilai Bank Dunia menguntungkan rumah tangga kaya yang tidak pantas disubsidi.

Menurut Bank Dunia, 40% dana subsidi energi jatuh kepada 10% rumah tangga kaya yang tidak berhak. Padahal ada kebutuhan yang lebih penting, yaitu perbaikan kualitas pendidikan, jaring pengaman sosial, dan perbaikan iklim bisnis.

"Masa depan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di Indonesia tergantung bagaimana pemerintah bisa melanjutkan progres dalam memperbaiki kualitas pengunaan anggarannya. Pemerintah harus bisa mengefektifkan belanja untuk infrastruktur dan pendidikan, dibarengi dengan perbaikan iklim bisnis yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 7% atau lebih," tutur Kepala Ekonomi Bank Dunia untuk Indonesia Shubham Chaudhuri.

Dalam APBN-P 2012, pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi energi Rp 225 triliun dengan rincian subsidi BBM Rp 137 triliun, subsidi listrik Rp 65 triliun, dan cadangan risiko fiskal energi Rp 23 triliun.

Namun sekarang, pergerakan ekonomi Indonesia menurut Bank Dunia sangat tergantung pada perkembangan ekonomi dunia khususnya harga minyak, setelah DPR membatalkan kenaikan harga BBM. Karena besaran subsidi yang dikeluarkan pemerintah bisa membengkak dari alokasi awal.

Sumber: http://finance.detik.com/read/2012/04/04/171129/1885308/1034/bank-dunia-bbm-subsidi-di-indonesia-untungkan-orang-kay

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar