animasi  bergerak gif
My Widget

Entri Populer

Sabtu, 23 April 2016

Penyesalan Selalu Datang Saat Dia Tak Ada Lagi

Jangan pernah menghitung berapa kali kamu di sakiti dan ditinggalkan dalam kisah percintaan kamu..tetapi dapatkah kamu menghitung berapa kali kamu menyakitinya, melukainya tetapi dia tidak pernah meninggalkanmu seperti mereka yang meninggalkanmu.
Lalu kamu mengingat semua kata-kata yang pernah ia ucapkan padamu. Kamu mengingat semua ungkapan perasaan cintanya padamu. Kamu mengingat betapa dia memohon untuk tidak kamu tinggalkan. Kamu mengingat betapa dia ingin kamu tetap disampingnya. Kamu mengingat betapa dia tidak ingin kamu pergi darinya. Kamu mengingat betapa dia takut akan kehilanganmu.
Kamu mengingat betapa dia giat meyakinkanmu bahwa hanya dia yang mampu menyayangi kamu sampai nanti. Kamu mengingat semua yang telah ia berikan hanya untukmu yang orang lain tak akan mampu berikan padamu, Dan Kamu mengingat betapa dinginnya sikapmu saat itu dan kamu yang seolah tak mau tau bagaimana sedihnya perasaannya saat itu. Kamu yang tak tau betapa sakitnya ia dengan perkataan yang kamu ucapkan tanpa memikirkan perasaannya saat itu. Kamu yang tidak menganggapnya di depan orang lain, Dan kamu baru menyadari betapa jahat dan kejamnya kamu terhadapnya..

Lalu Kamu mulai berharap..

seandainya kamu tetap berada disana, Kamu berharap bisa kembali kesana tetap berada disana di tempat yang seharusnya kamu cintai.. Kamu akan sangat sangat merindukan dia ada disampingmu didekatmu.. Kamu akan sangat sangat merindukan ketulusan hatinya.. Kamu akan sangat sangat merindukan ia yang selalu menyayangimu.. Tapi kamu sudah meninggalkannya disaat kamu telah menemukannya.. Rasa sesal tak dapat menolongmu.. Ya tak ada yang dapat menolongmu. Kamu tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali hanya meratapi rasa bersalahmu..kamu tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali hanya menangis menyesalinya karena dia sudah pergi dari hidupmu.. Dia telah kamu tinggalkan bersama luka yang dalam.. Dia telah kamu tinggalkan bersama kepedihan dihatinya dan dia telah kamu tinggalkan bersama ketulusannya mencintaimu walaupun hatinya telah kamu hancurkan.. Dia tak dapat kamu temukan lagi dalam hidupmu.. Sosok sepertinya tak dapat kamu temukan lagi dalam hidupmu.. Sosok sepertinya yang akan terus membayangi hidupmu.. Meninggalkan penyesalan mendalam seumur hidupmu karena telah mengabaikan cintanya yang begitu besar.. Kasih sayangnya yang begitu tulus padamu..
Kamu hanya akan semakin terpuruk karena kamu terlambat menyadari kamu telah menyia-nyiakannya.. Seseorang yang sesungguhnya mampu melengkapi hidupmu dengan cinta yang penuh ketulusan.. Seseorang yang seharusnya kamu jaga dan cintai sepenuh hatimu.. Seseorang yang sudah sepantasnya kamu bahagiakan dengan kesungguhanmu..

Setelah semuanya hancur.. Setelah kata maaf tak lagi berarti.. Kamu baru menyadari betapa kamu adalah orang yang paling bodoh didunia ini karena telah menyia-nyiakan dirinya.. Tidak menghargainya..keceriaannya,senyumnya,tawanya, dan setianya telah kamu hancurkan.. Kamu baru menyadari betapa berartinya dia dalam hidupmu.. Kamu baru menyadari bahwa sebenarnya dialah sosok yang selama ini kamu butuhkan.. Kamu baru menyadari karena cintanyalah yang membuat dirimu seakan sempurna.. Kamu baru menyadari bahwa hanya cintanya yang bisa menolongmu dari perihnya sakit hati.. Kamu baru menyadari bahwa hanya kasih sayangnya yang bisa melindungimu dari luka hati.. Dan selamanya kamu akan merindukan dia yang tak lagi ada disampingmu.. Dia yang tak lagi ada mengisi sepanjang waktumu.. Dia yang tak lagi bisa kamu gapai, merengkuhnya kembali kesisimu.. Dia yang tak akan pernah kembali seperti dia yang dulu.. Dia yang selalu menyukaimu, menyayangimu, mencintaimu, sosok yang kamu rindukan. Tak lagi ada untukmu..
Dia tak mampu lagi tersenyum untukmu setelah kamu terlalu dalam melukainya..
Dia kehilangan riangnya untukmu setelah kamu mengecewakannya terlalu dalam..
Dia tak akan kembali sama seperti yang dulu..
Dan kamulah yang akhirnya menangis..menyesal seumur hidupmu..membayar semua perlakuanmu dulu..~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar