Langsung ke konten utama

Tentang Waktu

Banyak sekali yang sedang aku pikirkan, salah satunya adalah memikirkanmu, dan terkadang aku pun tak mengerti jalan pikiranku sendiri. Apakah kau juga pernah merasakan hal ini?
Aku menulis ini sambil kebingungan, bingung dengan pertanyaan diriku sendiri. Apakah kita memang sama-sama sedang mencari untuk saling menemukan? Atau setelah kita dipertemukan, kita akan dipisahkan?
Sepertinya kita hanyalah korban dari rahasia waktu, kita terlalu sering mengira-ngira akan jatuh cinta pada siapa, akan memiliki hati siapa, dan akan menitipkan hati pada siapa. Itu adalah urusan hati, dan hati selalu berurusan dengan waktu.
Saat kau patah hati, apa yang kau lakukan selain meyakinkan diri untuk tabah, sembuh, dan melupakan? Kembali lagi, semua adalah perihal waktu. Kenapa harus berkaitan dengan waktu? Aku selalu penasaran dengan retorika pertanyaan-pertanyaan yang nihil jawaban itu.
Tapi, mungkin jawaban yang paling benar adalah : ini semua masih rahasia sang waktu.
Rahasia yang membuatmu terdorong untuk selalu mencari dan menatap, menatap kemudian menitip, menitip lalu menutup. Menutup hati untuk menetap pada hati seseorang yang kau cari untuk kau temukan dan seseorang itu mencari untuk menemukanmu.
Hidup ini terlalu singkat, untuk itu saat aku mencari dan menemukanmu, aku ingin berlama-lama denganmu untuk hidup yang singkat ini.

Pernah kau merasa begitu sepi? Hingga kau terperanjat sendiri bahwa keadaan di sekitarmu sangat hampa. Bahkan udara tak bersuara.
Pikiranmu menerawang jauh menjelajahi koridor masa. Menapaki jejak curam kenangan silam bersama seseorang di lobi ingatan.
Kau hanya bisa membisu dan tak ingin berkata apapun.
Tak ada yang salah dalam perhitungan waktu, semua hanya kumpulan kata seandainya yang tertahan di ujung lidah. Kelu. Bercampur pilu.
Kau hanya bisa terpaku melihat arah jarum jam yang bergerak ke kiri.
Menghipnotis jalan pikiranmu agar kau berjalan melewati selasar-selasar yang samar untuk membuka sebuah pintu. Pintu masa lalu.
Apa yang ingin dan akan kau lakukan jika diberi kesempatan untuk kembali ke masa lalu? Apakah kau memilih untuk kembali mengulang untuk memperbaiki semua rinci kesalahan yang tertancap di nadi; yang menjadi sebab kepergian. Atau kau lebih memilih untuk menulis cerita baru dan menghapus ingatan tentang sebuah pertemuan yang berujung perpisahan tak terelakan.
Kau takkan bisa menghindar dari waktu, ia berjarak lebih dekat dari bayangan sepatu yang kau gunakan untuk berpijak satu demi satu.

Mari, mulai detik ini kita berlomba untuk saling melupakan, dan sudah ditetapkan aku yang akan terlupakan duluan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jam Tidur Gue Berantakan Lagi

 Mengapa gue merasa sedih dan tertekan ketika bangun, tetapi umumnya gue ngerasa lebih baik tentang kehidupan gue saat di malam hari...  Banyak dari jawaban yang dijelasin psikiater gue itu udah mencakup beberapa aspek yang mungkin berhasil dalam kasus gue, dan gue tau ini pasti akan menjadi agak lama, tapi gue selalu berusah untuk meluangkan waktu. Namun, perlu diingat bahwa ini mungkin bukan masalah yang kalian pernah rasain. Gue tau kalo kita sebagai manusia, juga sebagai spesies, sebagian besar adalah diurnal, tetapi sebagian dari kita enggak. Seperti diri gue ini. Dan gue mengetahuinya setelah melalui beberapa pengalaman dan konsultasi, terapi beberapa kali, beragam diagnostik, dan lebih banyak tes dan ujian daripada yang udah gue hitung dan lalui. Gue dulu ngerasa sangat seperti apa yang lo gambarkan.  Terus-menerus "lelah" secara fisik / emosional / mental hampir sepanjang hari, enggak peduli jumlah latihan fisik dan penyesuaian pola makan yang gue lakukan, tetapi ...

Contoh Persaingan Etika Bisnis "Pepsi vs Coke" Yang Kurang Baik

Dua perusahaan cola kelas dunia Coca Cola dan Pepsi seakan tak pernah berhenti bertarung memperebutkan pasar di bisnis minuman ringan. Sejak dua merek tersebut ditahbiskan, masing-masing pada tahun 1886 dan 1903 antara keduanya sudah terjadi persaingan, saling sikut dan perang iklan, baik iklan cetak dan video. Mereka berambisi bisa meraih dominasi pasar minuman ringan berkarbonasi. Bisa dimaklumi kalau terkadang masalah etika sedikit terkesampingkan. Salah satu iklan pepsi pada tahun era 1980-an ada yang berjudul "Earth: Sometime in the Future". Di gambarkan seolah-olah kondisi bumi di masa depan. Ada seorang guru yang membawa murid-muridnya berjalan-jalan kesebuah situs arkeologi. Sambil berjalan-jalan, murid-murid tersebut inum pepsi. Disana mereka menemukan berbaga benda yang merupakan artifakdari masa lalu. Benda pertama adalah bola bisbol. Yang kedua adalah gitar. Nah, benda ketiga yang ditemukan tidak jelas bentuknya Karen asudah tertutup debu dan tanah. Sang guru l...

"Cinta Luar Biasa"

Waktu pertama kali ku lihat dirimu hadir Rasa hati ini inginkan dirimu Hati tenang mendengar suara indah menyapa Geloranya hati ini tak ku sangka Rasa ini tak tertahan Hati ini slalu untukmu Terimalah lagu ini dari orang biasa Tapi cintaku padamu luar biasa Aku tak punya bunga aku tak punya harta Yang kupunya hanyalah hati yang setia Tulus padamu Hari hari berganti kini cinta pun hadir Melihatmu memandangmu bagai bidadari Lentik indah matamu manis senyum bibirmu Hitam panjang rambutmu anggun terikat Rasa ini tak tertahan Hati ini slalu untukmu Terimalah lagu ini dari orang biasa Tapi cintaku padamu luar biasa Aku tak punya bunga aku tak punya harta Yang kupunya hanyalah hati yang setia Tulus padamu Terimalah lagu ini dari orang biasa Terimalah lagu ini dari orang biasa Tapi cintaku padamu luar biasa Aku tak punya bunga aku tak punya harta Yang kupunya hanyalah hati yang setia Yang kupunya hanyalah hati yang setia Terimalah cintaku yang luar bia...