animasi  bergerak gif
My Widget

Entri Populer

Kamis, 28 Juli 2016

Tentang Waktu

Banyak sekali yang sedang aku pikirkan, salah satunya adalah memikirkanmu, dan terkadang aku pun tak mengerti jalan pikiranku sendiri. Apakah kau juga pernah merasakan hal ini?
Aku menulis ini sambil kebingungan, bingung dengan pertanyaan diriku sendiri. Apakah kita memang sama-sama sedang mencari untuk saling menemukan? Atau setelah kita dipertemukan, kita akan dipisahkan?
Sepertinya kita hanyalah korban dari rahasia waktu, kita terlalu sering mengira-ngira akan jatuh cinta pada siapa, akan memiliki hati siapa, dan akan menitipkan hati pada siapa. Itu adalah urusan hati, dan hati selalu berurusan dengan waktu.
Saat kau patah hati, apa yang kau lakukan selain meyakinkan diri untuk tabah, sembuh, dan melupakan? Kembali lagi, semua adalah perihal waktu. Kenapa harus berkaitan dengan waktu? Aku selalu penasaran dengan retorika pertanyaan-pertanyaan yang nihil jawaban itu.
Tapi, mungkin jawaban yang paling benar adalah : ini semua masih rahasia sang waktu.
Rahasia yang membuatmu terdorong untuk selalu mencari dan menatap, menatap kemudian menitip, menitip lalu menutup. Menutup hati untuk menetap pada hati seseorang yang kau cari untuk kau temukan dan seseorang itu mencari untuk menemukanmu.
Hidup ini terlalu singkat, untuk itu saat aku mencari dan menemukanmu, aku ingin berlama-lama denganmu untuk hidup yang singkat ini.

Pernah kau merasa begitu sepi? Hingga kau terperanjat sendiri bahwa keadaan di sekitarmu sangat hampa. Bahkan udara tak bersuara.
Pikiranmu menerawang jauh menjelajahi koridor masa. Menapaki jejak curam kenangan silam bersama seseorang di lobi ingatan.
Kau hanya bisa membisu dan tak ingin berkata apapun.
Tak ada yang salah dalam perhitungan waktu, semua hanya kumpulan kata seandainya yang tertahan di ujung lidah. Kelu. Bercampur pilu.
Kau hanya bisa terpaku melihat arah jarum jam yang bergerak ke kiri.
Menghipnotis jalan pikiranmu agar kau berjalan melewati selasar-selasar yang samar untuk membuka sebuah pintu. Pintu masa lalu.
Apa yang ingin dan akan kau lakukan jika diberi kesempatan untuk kembali ke masa lalu? Apakah kau memilih untuk kembali mengulang untuk memperbaiki semua rinci kesalahan yang tertancap di nadi; yang menjadi sebab kepergian. Atau kau lebih memilih untuk menulis cerita baru dan menghapus ingatan tentang sebuah pertemuan yang berujung perpisahan tak terelakan.
Kau takkan bisa menghindar dari waktu, ia berjarak lebih dekat dari bayangan sepatu yang kau gunakan untuk berpijak satu demi satu.

Mari, mulai detik ini kita berlomba untuk saling melupakan, dan sudah ditetapkan aku yang akan terlupakan duluan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar