Sudah sekian Lama, aku menunggu dya. . .
Menunggu saat dirinya sendiri,
hingga bathinku terasa sepi karena teLah LeLah menanti. . .
Tapi mengapa engkau tetap juga tak mengerti. . .
Tak menyadari aku yang sLama ini ******
kau tak pernah tau sakit hatiku ini. . .,
menggenggam perih cinta daLam hati,,,
kucoba untuk membenci dirimu, . .
Tapi hati ini menoLak, menoLak sepenuh hati. . . .
Sampai kapan aku begini,,
menyimpan Luka di hati, . .
Ku ingin suatu saat kau mengerti itu,,
waLau diriku teLah MATI !!!
Menyadari ketuLusan daLam diri, , ,
waLau ku terima Luka ini. . .
Namun aku bahagia jika kau bahagia, , ,
tapi jika suatu saat kau disakiti seseorang,,
akuLah orang pertama yang akan mengobati sakit itu. . . ,,
dan berusaha mencoba untuk seLaLu di samping dirimu,,
wLau aku tLah pergi, dan mungkin tak akan pernah kembaLi Lagi,
aku tidak akan pernah bisa meLupakan mu. .
Namun, akan aku coba meLakukannya,
karena aku ****** dirimu seLamanya dan seLamanya!?
Dua perusahaan cola kelas dunia Coca Cola dan Pepsi seakan tak pernah berhenti bertarung memperebutkan pasar di bisnis minuman ringan. Sejak dua merek tersebut ditahbiskan, masing-masing pada tahun 1886 dan 1903 antara keduanya sudah terjadi persaingan, saling sikut dan perang iklan, baik iklan cetak dan video. Mereka berambisi bisa meraih dominasi pasar minuman ringan berkarbonasi. Bisa dimaklumi kalau terkadang masalah etika sedikit terkesampingkan. Salah satu iklan pepsi pada tahun era 1980-an ada yang berjudul "Earth: Sometime in the Future". Di gambarkan seolah-olah kondisi bumi di masa depan. Ada seorang guru yang membawa murid-muridnya berjalan-jalan kesebuah situs arkeologi. Sambil berjalan-jalan, murid-murid tersebut inum pepsi. Disana mereka menemukan berbaga benda yang merupakan artifakdari masa lalu. Benda pertama adalah bola bisbol. Yang kedua adalah gitar. Nah, benda ketiga yang ditemukan tidak jelas bentuknya Karen asudah tertutup debu dan tanah. Sang guru l...
Komentar
Posting Komentar