Apa yang guw tkutn trjadi,,
brawaL dr ktidak ju2ran. .
Bwatt smuanya jd bgini,
knapa gag terus terang dr awaL ?
KLo Lw udh pnya *****
dan guw gag prnah tau i'2. .
Smua ini gag akan prnah trjadii kLo Lw emang jujur sm guw. . .
Guw pzty akan jaga sikap guw ke Lw. . .
Jujur guw kecewa banget. . .
Bangett. . .
Knapa Lw gag prnh biLang y sbenernya???
Smua ini udah trjadi, y pLing menyakitkan bwt guw cz guw udh jadi perusak hubngan orang,
guw gag pngen i'2 trjadii,
so. .
Guw harus Lkuind smua ini,
biar pn Lw bisa brubah jadi BENCI ke guw. . .
Tapi guw pngen bgd Lw tau , smpai kapan pun, sekarang, bsk dan strus'a guw akan sayang sm Lw. . ,
Lw bsa bwt guw Lpain seseorang y prnah ada d'hti guw,
cm Lw. . .
Guw jg udah yakind bgd kLu dya i'2 orang y sngad tepat bwt Lw. . .
Jaga hubngn Lw sm dya,
i hope you happy 4ever,,
mypray for you. .
Jangan prnah tangisin smua ini,
krna guw gag mau Lyad Lw nangis. . .
Inget janji mu. . .!!
Guw sLaLu dsini jika Lw sedih & akan Lkuind apz ajj byar Lw bs trsenyum. . .
Mengawasi Lw dr sisi geLap guw,,
Dua perusahaan cola kelas dunia Coca Cola dan Pepsi seakan tak pernah berhenti bertarung memperebutkan pasar di bisnis minuman ringan. Sejak dua merek tersebut ditahbiskan, masing-masing pada tahun 1886 dan 1903 antara keduanya sudah terjadi persaingan, saling sikut dan perang iklan, baik iklan cetak dan video. Mereka berambisi bisa meraih dominasi pasar minuman ringan berkarbonasi. Bisa dimaklumi kalau terkadang masalah etika sedikit terkesampingkan. Salah satu iklan pepsi pada tahun era 1980-an ada yang berjudul "Earth: Sometime in the Future". Di gambarkan seolah-olah kondisi bumi di masa depan. Ada seorang guru yang membawa murid-muridnya berjalan-jalan kesebuah situs arkeologi. Sambil berjalan-jalan, murid-murid tersebut inum pepsi. Disana mereka menemukan berbaga benda yang merupakan artifakdari masa lalu. Benda pertama adalah bola bisbol. Yang kedua adalah gitar. Nah, benda ketiga yang ditemukan tidak jelas bentuknya Karen asudah tertutup debu dan tanah. Sang guru l...
Komentar
Posting Komentar